Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

MNC Dirikan Televisi Lokal
Jum'at, 14 Desember 2007 | 00:38 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: PT Media Nusantara Citra (MNC) Tbk. -- pemilik stasiun televisi RCTI, TPI, dan Global TV -- akan memperluas jaring bisnis pertelevisian. Pada tahun depan akan dioperasikan stasiun televisi lokal jaringan (telestrial) di Jakarta dan Medan.

Menurut sumber Tempo, televisi lokal di Jakarta bernama SUN TV akan beroperasi pada Februari 2008. Struktur manajemennya pun telah dibentuk. “Persiapannya gila-gilaan,” kata sumber itu kemarin di Jakarta.

Adapun stasiun televisi lokal jaringan di Medan adalah Oke TV. “Namanya sama seperti di serial OB.” OB adalah program komedi situasi di RCTI yang menceritakan office boy Oke TV. Tapi sumber tadi mengaku tak tahu kapan tepatnya Oke TV beroperasi. Yang pasti setelah Sun TV berjalan.

Sekretaris Perusahaan MNC, Gilang Iskandar, tak membantah pendirian Sun TV dan Oke TV. Tapi ia memilih menolak berkomentar. “No-comment. Itu next step setelah topik TV nasional berjaringan lokal selesai,” ujarnya ketika dihubungi di Jakarta.

Ia juga tutup mulut ketika diminta menjelaskan apakah aksi MNC ini bagian dari memenuhi kewajiban televisi nasional membentuk jaringan televisi lokal seperti diamanatkan Undang-Undang Penyiaran. Gilang menjelaskan, sistem televisi berjaringan masih menunggu ketentuan pelaksana dari Departemen Komunikasi dan Informatika terutama untuk diversity of ownership atau pembagian kepemilikan jaringan dengan daerah.

“Banyak masalah yang harus diatur dalam ketentuan lebih lanjut,” ucapnya. Yang penting semua stasiun televisi swasta nasional telah menyepakati diversity of ownership yang akan dijalankan 5 tahun mendatang.

Beberapa kota semisal Bandung dan Semarang masuk dalam daftar yang akan digandeng dalam jaringan. Bahkan selama ini RCTI Biro Surabaya telah mengisi porsi liputannya dengan muatan daerah. “Semuanya bertahap, kemungkinan dimulai dari konten berita yang memberi porsi daerah.”

Mengenai pembagian konten acara atau deversity of content, Gilang menuturkan, bisa mulai dilakukan pada tahun depan oleh tiga stasiun televisi di bawah bendera MNC. Menurut dia, ketentuan dalam Undang-Undang Penyiaran yang mengamanatkan pembagian 10 persen konten daerah terlalu besar untuk dilakukan sekaligus.

Sama seperti MNC, PT Televisi Transformasi Indonesia -- manajemen Trans TV -- pun baru akan memulai pembagian diversity of ownership paling cepat lima tahun lagi. Sebagai tahap awal, perusahaan di bawah Para Group ini akan membagi konten acara dengan beberapa stasiun televisi lokal.

Menurut Direktur Utama Trans TV, Ishadi, pembagian kepemilikan menemui banyak kendala, terutama jika terkait dengan perusahaan yang telah terdaftar di bursa saham (listing). Belum lagi masalah aset perusahaan.

“Kami akan menunggu sampai daerah siap keuangannya. Baru kami lakukan pembagian kepemilikan,” ujar Ishadi Rabu lali kepada Tempo di kantornya.

Agoeng Wijaya | Jobpie Sugiharto


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk113526 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< December,2007>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data