|
Utang Luar Negeri Diperketat
Senin, 17 Desember 2007 | 19:30 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional / Kepala Bappenas Paskah Suzeta mengatakan pemerintah akan lebih selektif mencari pinjaman luar negeri. "Secara bertahap pemerintah akan mengurangi porsi pinjaman luar negeri dalam APBN," kata Paskah. Pemerintah hanya akan membiayai proyek yang telah memenuhi kriteria kesiapan.
Deputi Pendanaan Pembangunan Bappenas Lukita Dinarsyah Tuwo menyatakan rasio utang total terhadap PDB saat ini masih 38 persen. "Utang luar negeri sudah dibawah 20 persen," katanya. Pemerintah mentargertkan pada 2009 kombinasi rasio utang dalam dan luar negeri mencapai 31,8 persen dan rasio utang luar negeri 20 persen.
Direktur Pengelolaan Pinjaman dan Hibah Luar Negeri Maurin Sitorus mengatakan Departemen keuangan terus meningkatkan pembiayaan lewat pasar modal dan Surat Utang Negara (SUN) agar ketergantungan terhadap utang luar negeri dikurangi.
Gunanto E S
INDEKS BERITA LAINNYA :
|