Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Bank DKI Incar 10 Persen Wajib Pajak
Selasa, 18 Desember 2007 | 12:46 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:T Bank DKI mengincar sepuluh persen wajib pajak di Jakarta untuk membayarkan kewajibannya melalui fasilitas pembayaran pajak bumi dan bangunan (PBB) Bank DKI.

Direktur Utama Bank DKI Winny E. Hasan mengatakan wajib pajak di Jakarta berjumlah 1,3 juta wajib pajak dengan total kewajiban mencapai Rp 1,93 triliun.

"Dapat sepuluh persennya saja sudah menguntungkan," kata Winny di Gedung Dispenda Jakarta, Selasa (18/12). Namun Winny tidak menyebut jumlah pendapatan yang diterima Bank DKI dari pembayaran pajak tersebut.

Direktur Jenderal Pajak Departemen Keuangan Darmin Nasution mengatakan penerimaan Pajak Bum Rp 1,93 triliun. "Jumlah itu setara dengan 36 persen penerimaan PBB pedesaan perkotaan di seluruh Indonesia," katanya.

Dia mengemukakan bahwa penerimaan sebesar itu berasal dari 1,3 juta wajib pajak dengan objek pajak sebanyak 1,7 juta obyek pajak. Sementara total wajib pajak di seluruh Indonesia sebanyak 90 juta wajib pajak dengan obyek pajak sebanyak 55 juta.

Untuk mempermudah pembayaran PBB di wilayah DKI, Dirjen Pajak bekerja sama dengan PT Bank DKI.

Winny melanjutkan, Bank DKI membuka layanan pembayaran pajak bumi dan bangunan secara elektronik untuk masyarakat Jakarta. "Warga Jakarta bisa membayar PBB di 117 kantor cabang dan 62 ATM ," ujar dia.

Selama ini, lanjut Winnie, Bank DKI telah menerima pembayaran PBB, tapi hanya bisa dilakukan secara langsung melalui teller dan beberapa kantor cabang.

Fasilitas pembayaran pajak ini, kata dia, juga untuk menambah loyalitas nasabah Bank DKI yang terdaftar sebagai wajib pajak, yang berjumlah hampir 500 nasabah.

Eko Nopiansyah

Dari Arsip Majalah TEMPO
Surat Pembaca | 04 April 2005
Vonis untuk Orang di Balik Layar | 04 April 2005
Bisnis Sepekan | 28 Maret 2005
Kisah Saham yang Tergadai | 21 Maret 2005
Bisnis Sepekan | 21 Maret 2005
Bunga Serasi Berbuah Bala | 07 Maret 2005
Mosi Tak Percaya atau Apa | 28 Pebruari 2005
Mengkaji Hoki Berjodoh | 14 Pebruari 2005
Surat Pembaca | 31 Januari 2005
Bank Indonesia Harus Lebih Awas | 31 Januari 2005
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

SMF Terbitkan Obligasi Maret 2008
Bapepam Meminta Perusahaan Pembiayaan Masuk Biro Kredit
Bukopin Targetkan 10 Ribu Kartu Kredit Platinum Terjual
Penjualan Saham BNI di Finconesia Selesai Akhir Tahun
Nasabah BPR Citraloka Mandiri Resah
Kredit Investasi di Solo Mencapai 8 Persen
Lembaga Keuangan Didesak Antisipasi Risiko Sistem Pembayaran
Pemerintah Belum Berencana Jual Saham Bank Mandiri Dan BRI
BNI Gelar Road Show Ke Luar Negeri Pekan Depan
Sofyan Basir Nilai Pasar Modal Bukan Jadi Ancaman
> selengkapnya...

Referensi

Latar Belakang Gugatan BDB
Kronologi Kondisi Keuangan PT. BDB Tahun 2002-2004
Profil Miranda Swaray Goeltom
Profil Burhanuddin Abdullah
Status Pengutang BPPN
Profil Iwan Prawiranata
Latar Belakang Perusahaan Pengelola Aset Negara (PPA)
Penyaluran Kredit Perbankan Nasional

Website

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan
Bank Indonesia

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk113757 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< December,2007>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data