Harga Beras Bakal Naik 5 Persen
Selasa, 18 Desember 2007 | 19:36 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Perum Bulog memprediksi harga beras dalam negeri akan merangkak naik pada Januari dan Februari 2008 sebesar 5 persen per bulan. Setelah itu harga beras akan tergantung hasil panen. Kenaikan ini dipicu oleh masa paceklik pertanian selama menunggu panen pada Maret 2008.
Direktur Utama Perum Bulog, Mustafa Abubakar, mengatakan kenaikan harga itu wajar karena pada masa paceklik produksi beras terhenti, sementara konsumsi terus berjalan.
“Kenaikan harga juga dipicu oleh isu kenaikan bahan bakar minyak dan gaji pengawai negeri sipil,” ujarnya di Jakarta hari ini.
Selain itu, kata dia, kenaikan harga juga dipengaruhi bakal dipengaruhi oleh sikap pedagang beras yang menahan stok berasnya selama musim produksi padi terhenti. Saat ini stok beras Bulog mencapai 1,6 juta ton.
Stok ini diperkirakan bisa bertahan selama delapan bulan ke depan. Sedangkan beras yang disimpan pedagang atau masih beredar di pasar mencapai 1,5 juta ton.
Karena itu Bulog masih akan menahan rencana impor beras sebanyak 200 ribu ton. Bulog juga belum memastikan waktu yang tepat untuk mengimpor beras.
“Keputusan impor itu tergantung perkembangan stok beras di pasar dan hasil panen,” kata Mustafa. Namun bila impor beras itu direalisasikan maka harganya masih akan mengikuti harga lama.
Harga beras di pasar saat ini, menurut hasil penelusuran Bulog, untuk kualitas medium berkisar antara Rp 4.200-4.600 per kilogram.
Sedangkan beras kualitas premium sekitar Rp 6.000 per kilogram. Sementara beras untuk masyarakat miskin (raskin) tetap dijual Rp 1.600 per kilogram.
GABRIEL WAHYU TITIYOGA





