|
Oxiana Investasi Aus$310 Juta di Sumatera Utara
Kamis, 20 Desember 2007 | 09:00 WIB
TEMPO Interaktif, Sydney:Perusahaan tambang yang terdaftar di Australia Oxiana Ltd berencana menginvestasikan Aus$310 juta untuk penambangan emas dan perak baru di Tambang Martabe, Sumatera Utara.
Tambang Martabe yang berada di hutan lindung itu diperkirakan menghasilkan 200 ribu ons emas dan 2 juta perak per tahun dengan masa produksi sekitar 9 tahun. Oxiana berharap proses desain tambang, perijinan akan segera turun pada awal tahun depan.
Undang-Undang Kehutanan Indonesia melarang pembukaan tambang terbuka di hutan lindung, dan investor diharuskan memiliki ijin dari Menteri Kehutanan guna pembersihan lahan pelaksanaan proyek.
"Kami tak mentolerir keterlambatan dan kami ingin mendapatkan ijin pada April 2008," ujar juru bicara Oxiana.
Sekitar 12 perusahaan telah diijinkan untuk membuka tambang di area hutan lindung. Perusahaan itu yakni Freeport McMoran Copper and Gold Inc. dan PT International Nickel Indonesia, yang sebagian besar sahamnya dimiliki Vale Brazil melalui Inco Ltd. Canada.
Oxiana, membuka tambang pertama di Laos, berupa penambangan tembaga dan emas. Dua tahun lalu, perusahaan ini juga membayar Newmont Mining Aus$ 265 juta untuk Golden Grove seng dan tambang tembaga di Australia.
Pada April, Oxiana melunasi pembelian Agincourt Resources senilai Aus$ 415 juta, dan membuka tambang emas Martabe dan Wiluna. Tambang Wiluna yang berlokasi di Australia itu telah dijual Oxiana.
"Martabe tak hanya menambah produksi Oxiana tapi juga secara signifikan menunjukkan kehadiran Oxiana di Indonesia, salah satu daerah dengan sumber daya mineral tinggi dan berprospek sangat baik," kata perusahaan itu seperti dilansir Reuters.
Oxiana mengatakan perusahaan itu akan mengeluarkan sekitar Aus$ 280 per ons untuk penambangan emas di Martabe, yang dijadwalkan beroperasi pada Desember 2009.
REUTERS | RIEKA RAHADIANA
INDEKS BERITA LAINNYA :
|