|
Tiga Perusahaan Jepang Kerjasama Produksi LCD TV
Rabu, 26 Desember 2007 | 09:26 WIB
TEMPO Interaktif, Tokyo: Produsen elektronik Jepang, yakni Matsushita, Canon, dan Hitachi beraliansi memproduksi LCD (liquid crystal display). Canon Inc. dan Matshushita Electric Industrial Co. Ltd akan mengambil 24,9 persen saham dari unit Hitachi Display Ltd pada akhir Maret 2008.
Kesepakatan ini dinilai akan membantu perusahaan untuk memenuhi permintaan atas LCD panel, menurunkan biaya serta menjaga kesinambungan pasokan. Tiga perusahaan ini telah mencapai persetujuan atas kesepakatan aliansi secara umum.
Informasi mengenai rencana aliansi tiga perusahaan besar ini awalnya dilaporkan oleh Nikkei. Pihak persahaan berjanji akan memberikan keterangan.
Dalam laporan AFP pada Rabu (26/12), disebutkan Hitachi berharap menambah produksi LCD panel lewat kesepakatan ini dan miningkatkan penjualan perangkat televisi LCD. Adapun Canon berharap mendapat keuntungan dari pasokan LCD panel yang lebih stabil, yang akan membantu perusahaan untuk memangkas waktu dalam mengembangkan produk baru. Matshushita yang terkenal dengan merek Panasonic juga berharap mendapat jaminan pasokan yang stabil dari LCD dan akan memfokuskan pada produksi plasma display panel untuk perangkat produksi televisi plasma.
Strategi aliansi ini bagian dari menghadapi pertempuran industri elektronik Jepang yang semakin sengit. Perusahaan manufaktur Jepang lainnya yakni , Sharp Corp dan Toshiba Corp mengungkapkan pekan lalu akan mengkolaborasikan teknologi LCD Sharp dengan proses image chip dari Toshiba. Sementara itu, Sony bulan lalu telah meluncurkan televisi organic light-emitting diode/ OLED yang pertama kali dengan ketebalan TV hanya 3 milimeter (0,12 inchi)
PT Matshushita Toshiba Pictures Devices Indonesia pada bulan September lalu, menghentikan produksi tabung TV di Indonesia. Informasi yang diperoleh Matshushita rencana memfokuskan produksi plasma dan panel LCD di Jepang. Hingga kini, tak satupun pabrik di Indonesia yang menghasilkan produk tersebut. Yuliawati/AFP/Bloomberg
INDEKS BERITA LAINNYA :
|