Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Pengalihan Premium Batal
Kamis, 27 Desember 2007 | 15:58 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah melakukan analisis untuk membatalkan kebijakan pengalihan premium oktan 88 ke premium baru. Alasannya harga minyak mentah di pasar dunia diperkirakan tidak akan melewati US$ 100 per barel.

Anggota Panitia Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Ramson Siagian mengungkapkan saat bertemu dengan Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral Purnomo Yusgiantoro, sang menteri menyatakan pengalihan premium ke bensin baru tidak akan jadi dilaksanakan. Pembatalan kebijakan pengalihan premium juga sudah ditegaskan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada Purnomo di sela-sela acara pelantikan Tarunan Akademi Kepolisian (Akpol) pada 17 Desember lalu. “Jika dilaksanakan ada masalah fundamental suplly dan demand,” katanya dalam Acara Diskusi "Kebijakan Pembatasan Premium" yang diadakan Forum Wartawan Wakil Presiden (Forwapres) di Jakarta, Kamis (27/12) Di Kantor Wakil Presiden.

Di tempat terpisah Purnomo mengindikasikan pembatan kebijakan tersebut. Menurut Purnomo, pemerintah belum akan memberlakukan pengalihan premium oktan 88 bersubsidi dalam waktu dekat. Sebab, harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crupe Price) tidak mengkhawatirkan, kendati harga minyak mentah dunia sempat melonjak ke level US$ 99 per barel beberapa waktu lalu.”Dulu memang kami menyikapi dengan langkah-langkah ekonomi jika harga minyak Indonesia mencapai US$ 100 per barel," ujarnya di kantor BPH Migas Jakarta, Kamis (27/12).

Lagi pula, kata Purnomo, realiasasi defisit anggaran ternyata lebih baik dari yang diperkirakan. Dalam APBN 2007, defisit anggaran dipatok 1,5 persen dari produk domestik bruto (PDB). “Jadi belum ada langkah drastis yang akan diambil,” ujarnya.

Anton Aprianto | Ariyani


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk114233 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< December,2007>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data