Impor Tabung Gas Hanya 1 Juta Unit
Jum'at, 28 Desember 2007 | 17:59 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Pertamina hanya dapat mengimpor tabung gas elpiji ukuran tiga kilogram sebanyak satu juta unit. Penyebabnya Departemen Perindustrian hanya memberi rekomendasi dua pabrik tabung elpiji di Thailand dengan kapasitas satu juta unit. ''Persetujuan yang diberikan Departemen Perindustrian hanya kepada dua pabrik tabung elpiji di Thailand,'' kata Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Achmad Faisal, di Jakarta, Jumat (28/12).
Dalam program konversi minyak tanah ke elpiji tahun depan, Pertamina merencanakan mengimpor tabung gas elpiji sebanyak 4,2 juta unit.
Menurut Achmad, dua industri tabung elpiji di Thailand ini masing-masing mampu memproduksi sebanyak 950 ribu unit dan 150 ribu unit. Selain Thailand Pertamina telah menjajaki impor dari Taiwan dan Cina.
Namun, Departemen Perindustrian tak memberikan persetujuan Pertamina mengimpor dari kedua negara itu.Alasannya standar produk tabung yang dihasilkan pabrikan di Cina dan Taiwan tidak sesuai dengan spesfikasi teknis yang disyaratkan dalam SNI tabung elpiji.
Untuk memenuhi kekurangan impor tabung elpiji sebanyak 3,2 juta unit, kata Achmad, Pertamina akan mengusahakan dari pengadaan dalam negeri. ''Impor dari negara lain akan sulit karena permintaan tabung elpiji di pasar internasional sedang tinggi,'' cetusnya.
Menurut Achmad, animo masyarakat untuk beralih menggunakan gas elpiji, mengalami kenaikan. Sebelumnya, sebanyak 140 ribu unit tabung gas melakukan pengisian ulang setiap harinya di stasiun pengisian gas elpiji Pertamina. Sejak program konversi, katanya ada peningkatan menjadi 260 ribu unit per hari.
Program konversi ini telah dilaksanakan di 25 kota besar di wilayah Jawa, Bali, danmatra Selatan. Tabung elpiji 3 kg sudah dibagikan kepada 3,6 juta unit untuk konsumen rumah tangga dan 139 ribu unit untuk usaha mikro.
Yuliawati





