Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Masyarakat Bali Kampanyekan Nyepi
Sabtu, 29 Desember 2007 | 08:57 WIB

TEMPO Interaktif, Denpasar:Setelah sukses mengusung film mengenai perayaan Nyepi di pembukaan Konferensi Perubahan Ilikm (UNFCCC), Kolaborasi Masyarakat Bali (KBM) akan melanjutkan kampanye untuk menjadikan Nyepi sebagai agenda internasional. Nyepi dipandang sebagai kearifan lokal yang layak disumbangkan kepada masyarakat dunia untuk mengurangi emisi karbondioksida.

Menurut Koordinator Daerah Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Bali Sri Widhiyanti, banyak pihak yang telah memberi dukungan. ”Mulanya mereka heran kok ada masyarakat yang masih menjalankan tradisi seperti itu,” katanya saat menyampikan hasil Focuss Group Discussion (FGD) KMB pasca UNFCCC. Setelah mendapat penjelasan detail mengenai tradisi yang dilakukan masyarakat Bali setiap 1 tahun sekali itu, mereka langsung tertarik untuk mempraktekkan di daerahnya sendiri.

Untuk memudahkan kampanye, FGD menyepakati penggunaan istilah World Silent Day (WSD) sebagai pengganti Nyepi untuk kampanye di tingkat nasional maupun internasional. Menurut Ida Pedanda Sri Begawan Dwija Nawa Sandi, tokoh spiritual Bali, istilah itu bersifat lebih umum yang dibedakan dengan Nyepi yang selama ini sudah dilakukan masyarakat Bali. Sebab world silent day tidak memiliki dimensi spiritual tetapi lebih sebagai spirit kesadaran terhadap lingkungan.

Pelaksanaan WSD juga akan dibedakan dengan Nyepi. Pada tahap awal, WSD tidak perlu dilakukan selama 24 jam penuh seperti lazimnya pada perayaan Nyepi. Tetapi cukup selama 1-2 jam tanpa melakukan aktivitas apapun dalam 1 hari yang telah ditentukan. ”Yang diambil adalah semangatnya untuk dalam 1 hari mengurangi emisi dan menjaga bumi,” kata dia.

Hira Jhamtani, aktivis Kolaborasi NGO Bali mengatakan, pemerintah Indonesia belum merespon ide pelaksanaan Nyepi ini sebagai usaha mengurangi emisi. “Padahal kalau ide ini tidak diadopsi oleh satu negara, maka susah kalau UNFCCC akan mengadopsi juga,” lanjutnya. Namun, ada cara lain agar isu Nyepi bisa diadopsi UNFCCC, yakni dengan dukungan tanda tangan 10 juta masyarakat.

Untuk menggalang dukungan itu, dilakukan pula peluncuran website www.worldsilentday. Website berisi penjelasan mengenai Nyepi serta manfaatnya untuk mencegah perubahan iklim karena secara nyata telah mencegah emisi karbondioksida minimal 20 ribu ton dalam 1 hari saat dilaksanakan di Bali.

Rofiqi Hasan


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Megawati Mulai Keliling Jawa Timur
Malam Ini, Atribut Kampanye Mulai Dicopot
KPUD : Kampanye di Jakarta Aman
Foke Ikut Acara Jusuf Kalla di Rawabadak
Kampanye Adang Akibatkan Kemacetan Panjang
Adang-Dani Kampanye Di Cengkareng dan Ragunan
Sejumlah Penyumbang Kampanye SBY-JK di Makassar Karyawan Adik Ipar Kalla
Presiden Bantah Terima Dana Kampanye Ilegal
Tiga Calon Presiden Timor Leste Kampanye Terakhir
500 Peserta Buka Bersama Presiden Tak Kebagian Makan
> selengkapnya...

Referensi

Dari Dana hingga Pendidikan

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk114401 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Panwas Protes KPU Jawa Timur
Korban Lumpur Lapindo Banyak Yang Belum Ambil Bantuan Presiden
Ibu Tewas Tertabrak Bus Transjakarta
Kejaksaan Sudah Periksa 7 Orang
Tersangka Bom Ikan Ditangkap

<< December,2007>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data