Ekspor November 2007 Turun

Rabu, 02 Januari 2008 | 19:21 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Ekspor selama November 2007 mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya. Deputi Kepada Badan Pusat Statistik (BPS) Bidang Statistik Distribusi Ali Rosidi mengatakan nilai ekspor Indonesia pada November 2007 mencapai US$ 9,81 miliar atau turun 4,26 persen dibandingkan ekspor Oktober US$ 10,25 miliar. Namun, dibandingkan November 2006, ekspor selama November 2007 naik 10,04 persen.

Penurunan ekspor November disebabkan turunnya ekspor non minyak dan gas bumi (migas) sebesar 6,51 persen dari US$ 8,27 miliar menjadi US$ 7,73 miliar. Penurunan ekspor nonmigas disebabkan oleh turunnya ekspor hasil industri sebesar 6,25 persen serta ekspor hasil pertambangan dan lainnya turun sebesar 19,55 persen.

Menurut Ali, dari sepuluh komoditas utama ekspor, ada tiga komoditas yang mengalami penurunan tajam. Yakni, komoditas lemak dan minyak nabati/hewan, bijih kerak dan abu logam, dan tembaga. "Penurunan hanya pada tiga (komoditas) itu, tapi yang paling besar turun adalah minyak sawit," kata Ali saat mengumumkan perkembangan ekspor dan impor Indonesia November 2007, Rabu (2/1).

Minyak sawit (CPO), kata dia, mengalami penurunan ekspor mencapai US$ 1,13 miliar selama satu bulan dari US$ 1,8 miliar pada Oktober menjadi US$ 719 juta. Ali mengatakan, masa panen raya sawit telah lewat sehingga ekspornya turun drastis. "Volume ekspor menurun paling besar di Oktober, itu karena panen raya di bulan September dan Oktober," ujarnya.

Ali memperkirakan ekspor pada Desember 2007 ekspor minyak sawit relatif lebih kecil dibandingkan September-Oktober. "Kalau lihat tren dua bulan ini memang terjadi penurunan. November lebih kecil daripada Oktober, Desember mudah-mudahan tidak turun sekali. Kami akan lihat datanya bulan depan," katanya.

Nilai impor selama November mencapai US$ 7,54 miliar naik 20,45 persen dibanding Oktober US$ 6,26 miliar. Secara kumulatifnya impor Januari-November mencapai US$ 67,57 miliar naik 20,45 persen dibanding periode sama 2006. Impor nonmigas terbesar terjadi pada mesin pesawat mekanik dengan nilai US$ 8,57 miliar atau 17,81 persen dari total impor nonmigas. Pemasok terbesar adalah Cina, Jepang, dan Amerika Serikat.

AGUS SUPRIYANTO

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :