Pangsa Pasar Tekstil Domestik Anjlok
Rabu, 02 Januari 2008 | 19:26 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pangsa pasar tekstil domestik sepanjang 2007 tercatat hanya 22 persen. Pangsa pasar mengalami penurunan drastis dari pencapaian 2006 sekitar 40 persen. "Penjualan produk lokal di pasar domestik turun 42,9 persen," ujar Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Benny Soetrisno dalam konferensi pers Kinerja Industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) dan Proyeksi 2008, Rabu (2/1).
Penjualan produk lokal di pasar domestik menjadi ironis dibandingkan pertumbuhan konsumsi garmen di pasar domestik yang naik 20 persen. Konsumsi garmen di pasar domestik tahun lalu menjadi 1,22 juta ton. Angka tersebut naik dibandingkan 2006 sebanyak 1,016 juta ton.
Menurut Benny, persoalan impor tekstil ilegal menjadi momok yang melemahkan industri tekstil nasional. Dari konsumsi garmen 2007 sebanyak 1,22 juta ton, produsen lokal hanya menyumbang 270 ribu ton. Sebanyak 88 ribu ton berasal dari impor legal. "Sisanya sebanyak 862 ribu ton atau 70 persen itu tak diketahui asalnya, kemungkinan dari impor ilegal," ujarnya.
Menurut Sekretaris Jenderal API Ernovian G. Ismy, bentuk penyelundupan impor tekstil dapat tercium dari pembayaran pajak. Dengan tak melakukan pembayaran pajak, produk impor ilegal ini menjadi jauh lebih murah dibandingkan produk impor legal dan produk lokal.
Dia mencontohkan pasar Tanah Abang sangat potensial dimasuki produk impor ilegal. "Menurut petugas Kantor Pelayanan Pajak Petamburan, sebagian besar pedagangnya tak ada yang memiliki NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)," ujar Ernovian.
NPWP yang mempersyaratkan data arus kas perusahaan atau pedagang, kata Ernovian dapat menelusuri ada tidaknya produk impor ilegal. Produk impor legal harus membayar bea masuk impor (15 persen), pajak penjualan impor (10 persen) dan pajak penghasilan (2,5 persen).
Selain meminta ada intensifikasi pajak atas produk tekstil, API menyarankan pemerintah mengajukan self restrain atas produk Cina. Sistem ini diterapkan oleh Amerika Serikat yang meminta Cina menurunkan insentif berupa rabat ekspor yang diberikan pemerintah Cina sebesar 11 persen. "Kita dapat juga melakukan safeguard seperti Amerika yang berlaku hingga akhir 2008," ujar Benny.
API menargetkan pangsa pasar domestik tahun 2008 ditingkatkan menjadi 60 persen. Pangsa pasar berupaya ditingkatkan dengan mengejar proyek tekstil pemerintah. "Nilainya besar, seperti pengadaan tekstil Propinsi Jawa Tengah saja dapat mencapai Rp 1,2 miliar," ujar Ernovian.
YULIAWATI




Komentar Anda :