Minyak Tanah Langka Di Berbagai Daerah
Kamis, 03 Januari 2008 | 06:53 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Harga jual minyak tanah dibeberapa kawasan di Jakarta melonjak hingga Rp 4.000-5.000 per liter. Konsumen rumah tangga terpaksa harus antri sejak pagi hari untuk mendapatkan lima liter minyak tanah.
Pantauan Tempo di Jakarta Selatan, khususnya di Keluruhan Kebagusan, Pasar Minggu dan Mampang Prapatan konsumen harus mengantri berjam-jam untuk mendapatkan minyak tanah. Sebuah pangkalan minyak tanah di Jalan TB Simatupang, Pasar Minggu, diserbu pembeli yang kebanyakan ibu rumah tangga sejak pukul 07.00 WIB pada Rabu (2/1).
Menurut Ny. Samani (45), warga Kebagusan Pasar Minggu, dia membeli minyak tanah sebesar Rp 3.500 per liter di pangkalan. Sejak bulan lalu, kata dia, minyak tanah mulai langka dan sulit didapat. "Ada pedagang yang menjual Rp 5.000 per liter," ujarnya kepada Tempo Rabu (2/1).
Antrian pembeli minyak tanah juga terjadi di Bogor, khususnya di kawasan Pondok rumput, Ciluar dan Kedung Halang. Ny. Aminah, ibu rumah tangga di Pondok Rumput, mengatakan, sudah dua jam dia mengantri di pangkalan minyak tanah. "Mobil tangkinya belum datang," ujarnya. Menurut dia, pembeli hanya dibatasi 10 liter per orang.
Sedangkan di Ciluar, Bogor, agen minyak tanah terpaksa membatasi penjualan kepada setiap pembeli sebanyak lima liter. Di pangkalan minyak tanah di Bogor menjual dengan harga Rp 2.500 per liter.
Di Bandung harga minyak tanah dijual Rp 4.000 dari harga normal Rp 2.300 per liter. Antrian panjang pembeli minyak tanah terjadi sejumlah pangkalan Jalan Samoja, Batununggal, Jalan Paledang, Lengkong dan Pasar Simpang, Coblong.
Sri Hastuti (44), penjual makanan Jalan Burangrang, Lengkong, mengaku mengantri selama tiga jam di pangkalan Jalan Samoja untuk mendapatkan minyak tanah. "Saya datang dan mengantri sejak pukul 07.00," ujarnya. Dia mengaku mengantri untuk mendapatkan minyak tanah sejak Senin (31 Desember 2007). Setiap pembeli hanya dibatasi tiga liter.
Dari Kudus, Jawa Tengah, minyak tanah langka dibebarap pangkalan. "Sudah sejak Sabtu lalu (29 Desember 2007), kami tidak dapat pasokan," ujar Mundakir di pangkalan minyak tanah di Desa Demaan, Kudus. Sebelumnya, pangkalannya mendapatkan pasokan tiga kali dalam satu minggu.
Akibat kelangkaan minyak tanah, harga minyak tanah melonjak menjadi Rp 4.000-5.000 per liter dari harga sebelumnya Rp 2.800 per liter. Bahkan di beberapa pangkalan minyak tanah calon pembeli sudah meninggalkan jerigen sejak beberapa hari.
Di Bojonegoro, Jawa Timur, akibat banjir harga minyak tanah melonjak menjadi Rp 5.000 per liter dari harga sebelumnya Rp 2.300 per liter. Kelangkaan minyak tanah disebabkan oleh tersendatnya distribusi penyaluran dari depo Pertamina.
Antrian untuk mendapatkan minyak tanah juga terjadi di Balikpapan, Kalimantan Timur. Pantauan Tempo pada Rabu (2/1) antrian terjadi di sejumlah kawasan Tengah, Selatan dan Utara Balikpapan. Pembeli minyak tanah harus menebus Rp 4.000-5.000 per liter.
Kejadian yang sama juga terjadi di sejumlah pangkalan minyak tanah Gunung Guntur, Gunung Malang dan kawasan Karang Joang. Puluhan warga tampak memadati jalan semenjak pagi hingga sore hari. Setiap pembeli dijatah empat liter dengan harga Rp 2.300.
Juru bicara PT Pertamina (Persero) Wisnuntoro mengatakan, pihaknya akan segera melakukan operasi pasar minyak tanah. Antrian pembeli minyak tanah, kata dia, kepanikan masyarakat. "Orang panik karena takut kehabisan," ujarnya.
Operasi pasar minyak tanah akan dilakukan jika ada rekomendasi dari pemerintah daerah. "Kalau pemerintah daerah menolak, kami tidak bisa melaksanakan operasi pasar," katanya.
ALI | DEFFAN | ERICK | RANA | BANDELAN | SUJATMIKO | WIBISONO | NIEKE





Komentar Anda :