Pemerintah Kaji Besaran Defisit Yang Bisa Ditoleransi
Kamis, 03 Januari 2008 | 16:50 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah sedang mengkaji kemungkinan defisit anggaran yang bisa ditoleransi akibat kenaikan harga komoditas termasuk minyak mentah. Kajian itu akan digunakan untuk menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) sehingga bisa diterima secara ekonomi dan politik.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah terus memantau pergerakan harga minyak dunia untuk mengetahui pola kenaikannya untuk menyiapkan antisipasi jangka panjang. "Saya tidak membuat respons berdasarkan gejolak harian," katanya kepada wartawan di Departemen Keuangan Jakarta, Kamis (3/1).
Dia menjelaskan bahwa selama terjadi gejolak harga minyak pada akhir 2007 lalu, tidak ada pihak yang mampu menjelaskan mengenai pola pergerakan harganya. "Kami pernah mengantisipasi gejolak harga mulai dari US$ 60, 70, 80, 90, dan 100 per barel. Pada 2008 kita akan lihat polanya dulu untuk menyiapkan langkah kontingenci," ujar dia.
Menurut Sri, yang penting bagi pemerintah sekarang adalah menyiapkan APBN supaya sisi belanja dan penerimaannya bisa sejalan dan harmonis. "Jadi tidak menimbulkan krisis kepercayaan bagi Indonesia ," katanya.
Topik :




Komentar Anda :