Kebijakan Energi Nasional Tak Konsisten

Jum'at, 04 Januari 2008 | 17:25 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia menilai pemerintah tidak tegas dalam menerapkan kebijakan energi. Pemerintah cenderung mengambil kebijakan jangka pendek dan sarat muatan politis.

Anggota Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Tulus Abadi mengatakan, pembatalan rencana pengalihan bahan bakar minyak jenis premium ke oktan 90 menunjukkan ketidakjelasan kebijakan pemerintah. Menurut dia, pemerintah selalu mengatakan kenaikan harga minyak mentah dunia masih aman dari sisi anggaran negara. "Padahal kekhawatiran lonjakan harga minyak mentah terus ada," ujarnya, Jumat (4/1).

Pernyataan pemerintah, kata Tulus, yang menjamin tidak ada kenaikan bahan bakar minyak hingga 2009 bersifat politis. Dia mengatakan, seharusnya dalam situasi seperti sekarang pemerintah harus mengeluarkan kebijakan berdimensi jangka panjang. "Kenaikan harga minyak bisa jadi momentum," katanya.

Dia menyoroti program konversi minyak tanah ke gas elpiji yang dinilai berantakan. "Pemerintah tidak siap dengan data kebutuhan riil tabung dan standarisasi kompornya," kata Tulus. Selain itu, sosialisasi dan pendekatan kepada masyarakat untuk mengalihkan penggunaan gas juga dinilai sangat minim.

RR ARIYANI

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :