Industri Antisipasi Lonjakan Harga Minyak
Jum'at, 04 Januari 2008 | 17:28 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kalangan industri menyatakan telah melakukan antisipasi kenaikan harga minyak mentah dunia. Ketua Umum Asosiasi Semen Indonesia, Urip Trimuryono mengatakan, industri siap menaikkan harga apabila tak mampu menahan laju penambahan beban produksi. "Besaran kenaikan tergantung kemampuan pabrik," ujarnya, Jumat (4/1).
Menurut Urip, kenaikan dan menurunkan harga jual merupakan hal biasa. Pihaknya akan melakukan penurunan penjualan jika harga naik. "Tapi apabila penjualan turun drastis kemungkinan harga akan diturunkan kembali," katanya.
Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor Johnny Darmawan mengatakan, industri kendaraan roda empat siap menaikkan harga. "Kenaikan tahunan dan juga karena harga-harga bahan baku naik," ujarnya. Terlebih, ujarnya apabila ada kenaikan bahan bakar minyak subsidi.
Johnny yang juga Ketua Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo), menuturkan Toyota Astra, memiliki formula setiap kenaikan 5 persen akan dibebankan ke pasar sekitar 2-3 persen. "Bisa ditekan dari faktor internal, seperti efisiensi, produktivitas, outsourcing dan lainnya," ujarnya.
Harga minyak dunia pada perdagangan kemarin untuk pengiriman bulan depan sempat menyentuh US$ 100,09 sebelum kembali ke level US$ 99,23 pe barel. Kalangan analis memperkirakan harga minyak masih akan berada pada level kritis mendekati US$ 100 per barel.
YULIAWATI | AFP




Komentar Anda :