Industri Terigu Minta Pembebasan Pajak
Jum'at, 04 Januari 2008 | 18:00 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Industri tepung terigu mengharapkan pemerintah memberikan pembebasan pajak penjualan tepung terigu. Langkah ini dinilai bisa mengurangi beban industri karena lonjakan harga gandum.
Menurut Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Tepung Terigu Indonesia (Aptindo) Ratna Sari Loppies, kenaikan harga gandum telah memukul industri tepung terigu dan makanan. Per Januari 2008, harga gandum dunia sebesar US$ 500 per ton. "Padahal pada awal tahun lalu harganya US$ 175 per ton," ujarnya, Jumat (4/1).
Harga gandum dunia semakin meroket setelah terjadinya permintaan produk pangan menjadi bahan baku untuk bahan bakar nabati. Di samping itu, iklim yang memburuk menurunkan produksi gandum dunia.
Di tengah berkurangnya pasokan gandum dunia, negara produsen gandum yakni Cina membatasi penjualan produk ini di luar negaranya. "Mereka awal tahun ini menerapkan pungutan ekspor 20-25 persen," tutur Ratna.
Pemerintah Malaysia, kata Ratna, mengantisipasi kenaikan harga gandum dengan memberikan subsidi pada industri tepung dan makanan. "Sehingga kenaikan harga di tingkat konsumen bisa diredam," tuturnya.
Industri tepung terigu telah menaikkan harga jual sekitar 4,5 persen per bulan. Kemungkinan kenaikan harga terus dilakukan di tahun 2008.
YULIAWATI





