Lima Terminal Pelabuhan "Berbahaya" Sudah Aman
Sabtu, 05 Januari 2008 | 19:27 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Departemen Perhubungan menyatakan lima terminal di pelabuhan terbuka Indonesia, yang oleh Amerika Serikat dinilai kurang aman, saat ini sudah dibenahi aspek keamananya.
"Sudah dibenahi kurang dari 90 hari seperti waktu yang diberikan," kata Direktur Jenderal Perhubungan Laut Efebdi Batubara di kantornya, Jumat (4/1).
Dengan demikian, diharapkan otoritas pelabuhan Amerika Serikat tidak menerapkan status pengawasan khusus pada kapal yang bertolak dari lima terminal tersebut.
Kelima terminal itu adalah Belawan International Container Terminal, Terminal Peti Kemas Koja Tanjung Priok Jakarta, Pelabuhan Teluk Bayur Padang, Terminal Conventional/Cruise Ship Tanjung Emas Semarang, dan Terminal Jamrud Tanjung Perak Surabaya.
Seperti diberitakan, pada 23 Agustus 2007, Pemerintah Amerika Serikat meminta lima terminal itu dibenahi sesuai ketentuan keamanan kapal dan fasilitas pelabuhan internasional (International Ship and Port Security/ISPS). Permintaan itu merujuk rekomendasi tim kesatuan penjaga pantai Amerika Serikat (US Coast Guard), setelah mereka mengunjungi sejumlah pelabuhan Indonesia.
Saat itu, Amerika memberi waktu 90 hari untuk pembenahan. Jika tidak, akan diberikan sanksi pengetatan pengawasan (port security advisory) atas kapal dari terminal bersangkutan saat masuk pelabuhan Amerika.
Menyusul peringatan Amerika itu, regulator perhubungan laut mengumpulkan segenap pemangku kepentingan pelabuhan pada 28 Agustus 2007. Pengelola pelabuhan diminta membenahi dan diberi waktu 60 hari. Awal September pemerintah juga menemui tim US Coast Guard.
Efendi melanjutkan, pembenahan tidak terlalu merepotkan. Sebab, catatan dari Amerika lebih bersifat administratif. Dia optimistis pihak Amerika dapat mengubah penilaiannya. Pada 14 Januari nanti, US Coast Guard dijadwalkan datang lagi ke Indonesia dengan salah satu agenda meninjau pelabuhan Indonesia.
Direktur Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai Departemen Perhubungan Djoni Algamar sebelumnya mengatakan, dalam berbagai kesempatan pertemuan usai permintaan pembenahan lima terminal itu, langkah Indonesia dinilai sudah signifikan. US Coast Guard juga menawarkan berbagai pelatihan untuk capacity building terkait penerapan ISPS.
Menurut catatan Departemen Perhubungan, sedikitnya 230 pelabuhan Indonesia telah memenuhi ISPS. Rinciannya, 32 fasilitas di pelabuhan umum dan 198 fasilitas di pelabuhan khusus. Adapun kapal berbendera Indonesia yang sudah memenuhi sebanyak 608 unit. Harun Mahbub





