Sudah Banyak Obligor Yang Lunasi Utang
Selasa, 15 Januari 2008 | 06:32 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Direktur Utama Bank Mandiri Tbk Agus Martowardojo menyatakan hingga saat ini kinerja perusahaannya cukup baik. Hal ini ditandai dengan turunnya non performing loan (NPL) atau prosentase jumlah kredit bermasalah (kurang lancar, diragukan, macet) dan pelunasan dari obligor.
Hal itunjukan salah satunya dengan telah keluarnya Bank Mandiri dari pengawasan intensif Bank Indonesia, karena berhasil menurunkan kredit macet. "Sekarang NPL sudah di bawah 2 persen, ini sudah termasuk gabungan termasuk 30 obligor besar. Tapi banyak yang sudah melunasi," kata Agus usai peluncuran logo baru bank plat merah tersebut di kantornya, Senin (14/1) malam.
Sayangnya Agus mengaku tak hapal obligor mana yang masih belum membayar tuggakannya itu. Namun dia menyebutkan total NPL hingga akhir tahun 2007 sebesar Rp 9 triliun. "Tetapi lebih baik sebut prosentase saja, NPL Netto di bawah 2 persen dan NPL gross di bawah 10 persen," tegasnya.
Dalam sambutannya Agus menyebutkan perusahaannya berhasil menekan kredit bermasalah. Pada tahun sebelumnya NPL mencapai 16 persen, namun tahun 2007 berhasil diturunkan hingga 2 persen saja. Sedangkan sebelumnya cadangan penghapusan hanya 42 persen dari kredit bermasalah. "Sekarang diatas 100 persen," ujarnya.
Beberapa keberhasilan juga diungkapkan yakni dengan adanya peningkatan total aset yang kini mencapai Rp 300 triliun dari sebelumnya yang hanya Rp 206 triliun.
Dian Yuliastuti
Topik :




Komentar Anda :