Target Produksi Beras Naik Lima Persen

Selasa, 15 Januari 2008 | 19:16 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah mentargetkan kenaikan produksi beras nasional sebesar lima persen pada 2008 meskipun target tahun lalu tidak tercapai. "Tahun ini kami targetkan kenaikan produksi lima persen. Target itu sudah memperhitungkan curah hujan yang tinggi, bencana alam dan banjir," ujar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono setelah melakukan rapat koordinasi di Departemen Pertanian, Selasa (15/1).

Produksi gabah pada 2007 mencapai sekitar 57 juta ton gabah kering giling atau setara dengan 32,3 juta ton beras. Dengan target itu, produksi pada 2008 harus mencapai 60 juta ton gabah kering giling atau setara dengan 34 juta ton beras.

Pemerintah akan mengembangkan infrastruktur di bidang pertanian untuk mencapai target tersebut. Menurut Yudhoyono, untuk mencapai target tersebut akan dilakukan sinergi dan sinkronisasi kebijakan Departemen Pertanian, Departemen Pekerjaan Umum, dan pemerintah daerah dalam pengembangan infrastruktur irigasi, waduk, dan embung.

Yudhoyono mengakui, target penambahan produksi beras pada 2007 meleset dari sasaran. Dari target dua juta ton beras, hanya tercapai 1,64 juta ton.

Dia menyatakan, kegagalan tersebut disebabkan keterlambatan penyediaan benih padi yang dibagikan gratis pada masyarakat. Presiden mencontohkan, Jawa Timur yang diharapkan menyumbang kenaikan produksi beras tidak memenuhi target tersebut.

Benih padi yang dibagikan secara gratis kepada petani tidak terdistribusi secara baik. Pengambil kebijakan di daerah, kata Yudhoyono, takut melakukan tunjuk langusng pengadaan benih karena dianggap korupsi. "Ada ketakutan mengadakan benih tidak sesuai prosedur dan mekanisme. Mereka takut dianggap korupsi," ujarnya.

Presiden Yudhoyono menjamin pengadaan benih tersebut tidak akan dipidanakan. "Kami jelaskan tidak usah takut, ragu-ragu menjalankan sesuatu yang jelas sasarannya dan untuk mengembangan pertanian, tidak ada niat dikorupsi," kata dia.

Rapat koordinasi bidang pertanian tersebut dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Koordinator Perekonomian Boediono, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Abu Rizal Bakrie, Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto. Rapat tersebut membahas tiga isu penting yakni ketahanan pangan, stabilitas harga pangan, dan kesejahteraan petani.

SUTARTO

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :