Wall Street Masih Tertekan
Kamis, 17 Januari 2008 | 08:14 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Wall Street terhuyung-huyung melewati sesi perdagangan yang sangat fluktuatif Rabu waktu setempat. Perdagangan saham ditutup lebih rendah setelah bank sentral Amerika Serikat (The Fed) melaporkan pertumbuhan ekonomi 2007 dan laporan kinerja Intel Corporation yang mengecewakan.
The Dow Jones industrial average turun 34,95 poin atau 0,28 persen menjadi 12.466,16. Indeks The Standard & Poor's 500 juga turun 7,75 atau 0,56 persen menjadi 1.373,2. Sementara indeks Nasdaq turun 23 poin atau 0,95 persen ke level 2.394,59.
Perdagangan di bursa saham sempat mengalami rally pada 20 menit terakhir menjelang penutupan pasar. Itu buntut fluktuasi sepanjang sesi perdagangan. Penyebabnya, investor melihat sisi yang berbeda antara laporan keuangan perusahaan dan berita-berita perekonomian. Akibatnya, kebingungan tentang kelanjutan kondisi perekonomian pun tak terhindarkan.
"Saya pikir pasar sedang mencoba menemukan poin yang bisa diperbaiki," kata Subodh Kumar, Global Investment Strategist Subodh Kumar & associates.
Intel mengalami penurunan terbesar dari 30 saham yang mempengaruhi indeks Dow Jones dan Nasdaq. Saham perusahaan pembuat prosesor komputer itu jatuh US$ 2,81 (12,4 persen) menjadi US$ 19,88 per lembar saham. Penyebabnya, Intel gagal mencapai target pendapatan pada kuartal keempat 2007.
Sementara itu, harga minyak mentah jenis light di New York Mercantile Exchange turun US$ 1,06 menjadi US$ 90,84 per barrel setelah pemerintah mengumumkan persediaan minyak meningkat pada pekan lalu.
Bursa saham internasional ditutup bervariasi. Bursa Nikkei Jepang ditutup menguat 3,35 persen. Sementara Bursa Eropa mengalami penurunan, seperti FTSE 100 London turun 1,37 persen, Frankfurt's DAX turun 1,25 persen, dan Paris CAC turun 0,48 persen.
AP | Eko Nopiansyah





