Presiden Minta Pengamanan Beras Berlapis
Kamis, 17 Januari 2008 | 15:36 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta Perum Bulog menyiapkan pengamanan berlapis untuk pasokan beras di dalam negeri.
Permintaan Presiden ini disampaikan oleh Direktur Utama Bulog Mustafa Abubakar pada Diskusi Forum Wartawan Wakil Presiden "Antisipasi Dini Penanganan Rawan Pangan 2008" di Kantor Wakil Presiden, Kamis (17/1).
Pesan Presiden ini, kata Mustafa, merupakan sinyal bahwa kalau kemudian prediksi pemenuhan stok dalam negeri tidak mampu dicapai tanpa impor, maka impor bisa menjadi pilihan. "Tetapi tekadnya diusahakan tidak impor, kami punya optimisme itu," kata dia.
Optimisme itu, ujar Mustafa, bisa dilihat dari stok beras atau kas beras Bulog sudah mencapai 1,6 juta ton atau 5 kali lipat saat awal tahun 2007. "Sebanyak 680 ribu ton akan selesai digelontorkan ke masyarakat miskin bulan ini, sisanya untuk cadangan beras pemerintah dan untuk operasi stabilisasi harga," kata dia.
Menurut Ketua Umum Asosiasi Tani Andalan, Winarno Tohir, pemerintah harus tetap memperhatikan potensi gagal panen akibat banjir lalu."Menyeimbangkan harga beras luar dan dalam negeri juga akan sulit, karenaindikator pertumbuhannya berbeda," kata dia.
Akibat banjir Jawa Tengah dan Jawa Timur, kata dia, akan menjadi ancaman serius terjadinya Puso sehingga bisa menggalkan target stok beras 2 juta ton tidak tercapai. Karena Hampir sebagian besar pertanian berbasis padi, kata dia, ada di Jawa.
"Produktivitas akan terancam, karena petani kadang di lapangan mengalami kesulitan menghadapi kendala, misalnya munculnya hama karena banjir lalu," kata dia. Penggunaan bibit hibrida juga, oleh Petani kadang tidak dianggap karena sering tidak cocok.
Kepala Badan Ketahanan Pangan Departemen Pertanian, Kaman Nainggolan menyatakan Indonesia seharusnya tidak panik ketikamenghadapi kekurangan beras. Diversifikasi pangan harus dimasyarakatkan jangan sampai bergantung hanya pada beras. "Di kita orang makan tiwulkan dikasihani, padahal itu kan bagus. sudah maju dan tidak tergantung sama kebutuhan pokok," ujar dia.
Anton Aprianto




Komentar Anda :