Pergantian Direksi Pertamina Kewenangan Pemegang Saham
Jum'at, 18 Januari 2008 | 02:55 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Manajemen PT Pertamina (Persero) menyerahkan perombakan direksi kepada pemegang saham. Direktur Utama Pertamina, Ari Sumarno mengatakan perombakan direksi bukan keputusan direksi. "Tidak tahu saya, itu bukan urusan saya. Itu urusan pemegang saham, pemegang saham yang menilai," ujarnya, Kamis (17/1).
Sebelumnya, diberitakan Pertamina akan menggelar rapat umum pemegang saham pada 22 Januari pekan depan. Agenda dalam rapat tersebut adalah pengesahan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RAKP) 2008. Selain pengesahan rencana kerja agenda lainnya terkait dengan perombakan direksi Pertamina. Sumber Tempo mengungkapkan, Direktur Hulu dan Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum bakal diganti (Koran Tempo, 17/1)
Ari menolak memberikan penjelasan terkait rencana pergantian direksi Pertamina karena tidak tercapainya target produksi minyak. Menurut dia, Pertamina sudah melakukan upaya maksimal untuk menambah produksi. Namun, dia mengakui kenaikan produksi pada tahun lalu tidak sesuai yang ditargetkan
Menurut dia, hingga kini produksi minyak Pertamina sebesar 147 ribu barel per hari. Tahun ini, kata Ari, pihaknya mentargetkan produksi minyak mentah sebesar 164-170 barel per hari. "Saya tidak ingat detailnya," ujarnya.
Catatan Tempo, pada 2007 total produksi Pertamina sebesar 143 ribu barel per hari naik 10 persen dari 129 ribu barel pada 2006. Sedangkan pencapaian produksi PT Pertamina EP, anak perusahaan Pertamina, sebesar 109 ribu barel atau hanya 93 persen dari target sebesar 117 ribu barel.
Pada 2008 Pertamina EP mentargetkan produksi sebanyak 138 ribu barel per hari. Sumber Tempo mengetahui industri perminyakan target tersebut sangat sulit dicapai. "Target 138 ribu barel itu hanya mimpi, tahun lalu saja target tidak tercapai," ujarnya.
Pada tahun ini Pertamina menganggarkan dana investasi sebesar Rp 14 triliun untuk sektor hulu dan Rp 7 triliun untuk migas, sedangkan Rp 7 triliun untuk sektor hilir. Investasi tersebut prioritas untuk pengembangan sektor hulu. Menurut Ari, sebagian besar pencarian pendanaan dari eksternal. Pelaksanaan investasi dengan pola kemitraan.
Menurut Ari, Pertamina akan mencari pendanaan investasinya melalui obligasi, sesudah neraca awal Pertamina terbit. Adapun neraca awal itu ditargetkan selesai bulan ini. Kalau neraca awal sudah terbit pihaknya menjajaki pendanaan dari luar negeri.
Ari tak menutup kemungkinan pelaksanaan global bound tahun ini. Namun hal ini akan dikonsultasikan dengan para pemegang saham terlebih dulu. Dia juga belum mengetahui provisi global bound yang akan dikeluarkan.Alasannya, besaran kebutuhan masih harus dihitung.
NIEKE INDRIETTA | ALI NUR YASIN




Komentar Anda :