Rupiah Bakal Tertekan

Jum'at, 18 Januari 2008 | 09:56 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika, diperkirakan akan tertekan. Namun menurut Analis pasar uang, Farial Anwar pengaruhnya tak begitu besar karena menjelang akhir pekan. "Rupiah sedikit tertekan," kata Farial.

Sementara itu, kondisi pasar modal sempat turun namun naik lagi. Menurutnya, ada indikasi pasar global melakukan re-balancing atas portfolio aset-aset yang beresiko tinggi ke resiko rendah.

Pada transaksi kemarin, rupiah ditutup pada Rp 9.450 per dolar AS, melemah 23 poin dibanding penutupan sebelumnya Rp 9.427.

Tony Maryano, pengamat pasar uang dari PT Integral Investama mengatakan pelemahan rupiah kali ini dipengaruhi dua faktor utama. Pertama, ancaman resesi ekonomi Amerika akan menyeret ekonomi dunia dan bursa global, sehingga mendorong para pelaku pasar mengalihkan investasinya dari mata uang yang berisiko tinggi seperti rupiah.

Kedua, dari faktor internal sendiri seperti naiknya harga komoditas yang nantinya akan berujung naiknya inflasi memberi sentimen negatif "Sehingga rupiah melemah sampai ke level Rp 9.450 per dolarnya," kata Tony.

Hari ini, Tony memperkirakan rupiah akan ditransaksikan dalam kisaran Rp 9.400-9.500 per dolar AS nya.

Nieke Indrietta I Viva Budi

Topik :

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :