close

Pembongkaran Kios Barito Ricuh

Jum'at, 18 Januari 2008 | 10:02 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pembongkaran kios bunga dan ikan hias di Jalan Barito diwarnai kericuhan. "Perempuan dan anak-anak yang berada di garda depan di injak-injak oleh Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP)," kata kordinator Hubungan Masyarakat (Humas) Pedagang Barito, Cahyo Suparno pagi tadi.

Sekitar Pukul 05.00, kata Cahyo, sebanyak 850 orang Satpol PP bersiaga di depan Geraja Santo Penginjil, Mahakam. Sementara para pedagang duduk rapih bergandengan tangan dan membawa sekuntum mawar tanda anti kekerasan.

"Kami ingin ada negosiasi dan penundaan pembongkaran," kata Cahyo. Oleh sebab itu perempuan dan anak-anak berada di garda depan untuk meredakan perlakuan kasar petugas, namun petugas tetap bergerak maju dan menginjak-injak.

Salah satu pedagang ikan hias, Jumilah (42 tahun) menunjukkan bekas luka akibat sepatu laras petugas Satpol PP kepada Tempo.

Namun perlakuan kasar itu dibantah oleh Kepala Suku Dinas Ketrentaman, Ketertiban dan Pelindungan Masyarakat (Trantib dan Linmas) Jakarta Selatan, Jurnalis. "Tadi hanya aksi saling dorong saja," katanya.

Untuk membongkar kios, petugas mengerahkan tiga buldoser serta 10 truk sampah untuk mengangkut kios-kios pedagang. Saat ini sejumlah 150 kios pedagang telah rata dengan tanah dan sedang diangkut dengan truk.

Jurnalis mengatakan, pembongkaran tetap akan diselesaikan hari ini. Tujuannya untuk memfungsikan kembali ruang terbuka hijau di kawasan itu.

Selain itu, sampai saat ini para pedagang masih bertahan di depan Gereja Santo Penginjil, Mahakam sambil berorasi meminta negoisasi kepada pemerintah Kotamadya Jakarta Selatan dengan di dampingi oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta.

Hari ini sejatinya akan digelar sidang perdana gugatan kepada Walikota Jakarta Selatan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) untuk melakukan negoisasi pembongkaran. Meski sidang belum dimulai, pembongkaran sudah dilakukan.

Amandra Mustika Megarani

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Topik :

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan