Kalla Minta Keamanan Bandara Lebih Sistematis

Jum'at, 18 Januari 2008 | 11:58 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta struktur keamanan bandara khususnya bandara-bandara yang dikelola PT Angkasa Pura II lebih sistematis dan jelas.

Hal ini diungkapkan oleh Kalla saat memimpin rapat langsung soal penataan bandara di wilayah barat Indonesia di bandara Soekarno Hatta Tanggerang. Rapat juga dihadiri oleh Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Sofyan Djalil dan Menteri Perhubungan Jusman Syafeii Djamal. Selain itu Direktur Jenderal Perhubungan Udara Budi Mulyawan Suyitno dan Direktur Utama Angkasa Pura II Edie Haryoto.

Kalla menegaskan tingkat keamanan bandara menjadi prioritas utama. Oleh karena, Kalla mengaku perlu tahu pihak yang paling bertanggung jawab bila terjadi ancaman teror. "Jangan sampai nanti lepas tangan kalau terjadi kondisi darurat," kata dia.

Menteri Perhubungan Djusman Syafei Djamal mengakui masih ada wilayah abu-abu di bandara yang tanggung jawab keamanannnya masih tumpang tindih bahkan tidak jelas. "Jadi harus ada kejelasan," kata Jusman.

Administratur Bandara Soekarno Hatta, Herry Bakti menyatakan jika terjadi kondisi kuning seperti ancaman teror ada badan keamanan nasional. Badan ini akan berkoordiasi dengan angkasa Pura dan pihak Kepolisian. "Normal baru keamanan bandara," kata dia.

Menurut Direktur Utama Angkasa Pura II Edie Haryoto, selama ini terjadi tumpang tindih masalah tanggung jawab keamanan terutama untuk sisi air side. "Wilayah itu tanggungjawab kami, tetapi kalau terjadi ancaman keamanan Angkasa Pura tidak bisa menyidik," kata dia.

Angkasa Pura II, kata Edie mengusulkan satu komando keamanan dengan National Aviation Security yang terdiri dari gabungan elemen bandara. "Jadi nanti jelas siapa yang brtanggung jawab soal ini," kata Edie.

Anton Aprianto

TOPIK






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: