Uji Kalayakan dan Kepatutan Direksi BNI Digelar Senin
Jum'at, 18 Januari 2008 | 19:36 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan melaksanakan uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test calon direksi PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BNI) pada Senin (21/1) malam.
Menteri Negara BUMN, Sofyan Djalil, mengatakan fit and proper test itu akan diberikan kepada 13 calon direksi yang nama-namanya telah diajukan Dewan Komisaris BNI awal Januari lalu.
"Itu merupakan wawancara dan fit and proper test di tingkat internal kami (Kementerian Negara BUMN)," kata Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil, di kantornya, Jakarta, Jumat (18/1).
Namun, Sofyan belum bersedia menjelaskan rincian nama-nama calon direksi BNI tersebut. "Kami masih akan mengkoordinasikan. Jadi belum ada yang bisa dikonfirmasikan, karena semua opsi masih terbuka," ujarnya.
Rencananya, kata dia, pergantian susunan direksi BNI akan ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 6 Februari mendatang.
Selain itu, RUPSLB juga akan mengagendakan penetapan remunerasi komisaris independen. Awalnya, Dewan Komisaris BNI telah menyeleksi sekitar 40 orang bakal calon direksi salah satu bank pelat merah ini.
Kemudian jumlah diperkecil menjadi hanya 13 calon direksi. Sejumlah nama-nama calon direksi yang disebut-sebut calon kuat adalah Wakil Direktur Utama BNI, Gatot Mudiantoro Suwondo.
Namun Sofyan enggan berkomentar ketika ditanya kemungkinan Gatot dipilih menggantikan Direktur Utama BNI, Sigit Pramono. "Nanti sajalah, jangan bikin orang deg-degan," ujarnya.
Sebelumnya, pemerintah menjadwalkan pergantian direksi BNI pada akhir 2007. Sebab masa jabatan direksi BNI sudah harus berakhir. Namun tidak ada kejelasan mundurnya jadwal pergantian ini.
Wahyudin Fahmi





