Harga Minyak Tergelincir Saham Wallstreet

Sabtu, 19 Januari 2008 | 00:48 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Harga minyak mentah dunia tergelincir akibat penurunan harga saham Wallstreet. Harga minyak mentah tertekan sekitar US$ 10 dolar dari rekor harga US$ 100 per per barel pada dua pekan lalu.

Harga sweet crude light pada pengiriman Februari jatuh 71 sen menjadi US$ 90,13 di New York Mercantile Exchange, sebelumnya harganya mencapai US $ 92,19. Perdagangan minyak mentah juga semakin jatuh setelah Kepala Federal Reserve Ben Bernanke mengungkapkan harapannya agar pertumbuhan lebih lambat pada 2008 tapi tak sampai resesi.

Komentar Bernanke menambah sentimen ekonomi yang negatif. Bahkan banyak investor khawatir resesi sudah di ambang pintu. American Petroleum Institute, grup perdagangan untuk produsen minyak dan gas, menyatakan harga minyak mentah yang tinggi mengurangi permintaan bensin dan minyak di kuartal keempat.

Rabu lalu, International Energy Agency melaporkan prediksi pengurangan pertumbuhan terhadap permintaan minyak dunia tahun ini 2,3 persen, yang sebelumnya diperkirakan 2,5 persen.

Menanggapi kegelisahan akibat harga minyak mentah, pengamat perminyakan Kurtubi mengatakan perekonomian Amerika Serikat yang melemah berpengaruh pada penurunan harga saham di Wallstreet dan harga minyak mentah dunia. "Jatuhnya harga-harga saham di Wallstreet tak secara langsung mempengaruhi harga minyak," ucapnya kepada Tempo kemarin.

Pelemahan ekonomi di Amerika lebih akibat dari subprime mortgage atau kredit perumahan. Kalau masalah subprime mortgage tak ada atau dapat diatasi ekonomi Amerika tetap akan tumbuh. "Meski harga minyak sekitar US$90."

Gubernur Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) untuk Indonesia, Maizar Rahman, menjelaskan harga minyak sangat ditentukan oleh keseimbangan pasokan dan permintaan. Anjloknya harga saham di Wallstreet karena kekhawatiran resesi.

Nah, resesi akan melemahkan permintaan minyak dunia sehingga harga akan turun. Selanjutnya, pedagang di bursa minyak akan terdorong untuk melepas minyak sehingga akan membuat harga turun lebih jauh lagi.

"Penurunan harga minyak diperkirakan agak tajam," kata Maizar kepada Tempo. Itu terjadi karena menyimpan minyak lebih merugikan dibanding menyimpan dollar. Tapi pelepasan minyak di bursa akan mempercepat penurunan harga. “Mirip dengan apa yang terjadi di bursa saham.”

Nieke Indrietta | AP

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :