Pasokan Energi PLN Baru Aman Mulai 2009
Minggu, 20 Januari 2008 | 21:28 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Pasokan bahan bakar energi primer untuk pembangkit-pembangkit Perusahaan Listrik Negara (PLN) diperkirakan baru akan efisien mulai tahun 2009 mendatang.
Pada saat itulah proyek pembangkit listrik berbahan bakar batu bara 10 ribu mega watt dan pasokan gas untuk pembangkit listrik gas sudah mulai berjalan. "Tidak tergantung lagi pada bahan bakar minyak (BBM)," kata Komisaris Utama PLN Al-Hilal Hamdi ketika dihubungi pada Minggu (20/1).
Proyek pembangkit 10 ribu MW sudah mulai beroperasi di sebagian daerah pada tahun 2009. Adapun untuk pasokan gas, kata dia, sejumlah produsen bahan bakar gas menjanjikan pasokan lancar di tahun depan juga.
Saat ini ketergantungan PLN atas BBM masih sangat tinggi. Menurut Hamdi, dari sisi pasokan BBM sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan. Pasokan BBM dari Pertamina lancar. Sedangkan pasokan batu bara dijamin kelancarannya dengan cara penyediaan pasokan untuk satu bulan, variasi pemasok, dan diferensiasi moda pengangkut.
Yang menjadi masalah adalah tingginya biaya produksi, terutama dengan melambungnya harga minyak. "Kami otak-atik sulit," katanya. Kebutuhan biaya untuk belanja bahan bakar sangat besar.
Dia menjelaskan, pada tahun 2008 ini PLN membutuhkan BBM 10,5 juta kiloliter. Dengan asumsi harga minyak US 80 per barrel saja, BBM sejumlah itu setara dengan Rp 65 triliun. Ditambah jenis selain BBM, total belanja bahan bakar PLN mencapai Rp 84 triliun.
Belanja bahan bakar tersebut tidak dapat ditutup dari penjualan listrik PLN mengingat tarif dasar listrik tidak dapat dinaikkan seenaknya. Menurut Hamdi, penjualan listrik setahun ini dengan TDL yang ada hanya mencapai Rp 79,2 triliun.
Padahal, lanjutnya, PLN juga harus menutup biaya selain bahan bakar seperti pinjaman, administrasi, dan operasional. "Kami hitung masih perlu subsidi sekitar Rp 70 triliun," ujarnya. Harun Mahbub
Topik :




Komentar Anda :