BPH Migas Perluas Kajian Pemanfaatan Gas Bumi
Senin, 21 Januari 2008 | 12:31 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) akan memperluas kajian pemanfaatan gas bumi untuk rumah tangga dan pelanggan kecil. Kepala BPH Migas Tubagus Haryono mengatakan akan mempercepat pengembangan distribusi gas bumi untuk rumah tangga dan pelanggan kecil untuk mengurangi penggunaan minyak tanah.
"Tahun ini kami akan mengkaji 8 kota," kata Tubagus dalam rapat dengar pendapat BPH Migas, Pertamina dengan Komisi Energi DPR di gedung parlemen, Jakarta, Senin (21/1).
Delapan kota tersebut itu adalah Lhokseumawe,
Bontang, Tarakan, Balikpapan, Prabumulih, Jambi,
Pekanbaru, dan Samarinda. Tahun lalu, BPH Migas telah
mengkaji di Blora, Jawa Tengah. "Kajian di Lapangan
Semanggi hanya ditemukan satu sumur cadangannya 0,7 juta kaki kubik," kata Tubagus.
Tubagus menambahkan, kajian juga menyatakan bahwa kebutuhan rumah tangga dan pelanggan kecil di Blora bisa dipenuhi dari sumur Semanggi 5. Pipa yang
dibutuhkan sepanjang 15 kilometer. Gas bumi tersebut, lanjutnya, dikelola PT PGN melalui jaringan distribusi gas bumi.
l Nieke Indrietta





