Februari, Privatisasi BUMN Dibahas di DPR

Senin, 21 Januari 2008 | 12:43 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Sofyan Djalil mengatakan 37 BUMN akan diprivatisasi pada tahun ini.

Perusahaan negara tersebut adalah, antara lain, PT Asuransi Jasa Indonesia, PT Bank Tabungan Negara, PT Jakarta Lloyd, PT Krakatau Steel, PT Industri Sandang, PT Inti, PT Rukindo, PT Bahtera Adi Guna, PT Perkebunan Nusantara III, PT Perkebunan Nusantara IV, PT Perkebunan Nusantara VII, PT Sarana Karya, PT Semen Batu Raya, PT Waskita Karya, PT Sucofindo, PT Surveyor Indonesia, Kawasan Berikat Nusantara, Kawasan Industri Medan, Kawasan Industri Makasar, Kawasan Industri Wijaya Kusuma, BNI Persero, Adhi Karya (rights issue), PT Pembangunan Perumahan (melepas saham perdana ke publik), PT Surabaya Rumput, PT Rekayasa Industri (ada saham negara hampir 5 persen), PT Dirgantara Industri, PT Boma Vista, PT Barata, PT Inka, PT Dok Perkapalan Surabaya, PT Dok Perkapalan Koja Bahari, PT Biramaya Karya, PT Yodya Karya, PT Kimia Farma dan PT Indo Farma (keduanya mau merger), PT Kraft Aceh, dan Industri Kapal Indonesia.

"Ini perlu dibicarakan dulu di Komite Privatisasi. Minggu ini kami akan rapat dengan Komite," ujar Sofyan dalam rapat kerja dengan Komisi BUMN-DPR di gedung parlemen, Senin (21/1).

Ia mengungkapkan bulan depan hasil rapat tersebut akan dibawa ke Komisi BUMN untuk dibahas.

Menurut dia, nama-nama yang diajukan belum bisa jadi bahan pembahasan karena belum ada kesimpulan di Komite Privatisasi. "Jadi belum jadi keputusan final," kata Meneg BUMN.

l Sorta Tobing






Komentar Anda

Kirim