Pemerintah Bersiaga Amankan APBN
Selasa, 22 Januari 2008 | 14:43 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah mulai intensif bersiaga mengamankan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Langkah ini dilakukan menyusul semakin terpuruknya pasar keuangan global dan gejolak harga komoditas.
Menteri Koordinator bidang Perekonomian Boediono mengatakan saat ini pemerintah mengkaji fokus tindakan yang akan dilakukan akibat perubahan drastis parameter dasar penghitungan APBN sebagai dampak terjadinya resesi yang hampir pasti melanda perekonomian Indonesia. "Prioritas perbaikan yang dilakukan akan mencakup sisi penerimaan,pengeluaran, dan pembiayaan," kata Boediono di Jakarta.
Dia menjelaskan bahwa pemerintah akan melakukan segala cara untuk menstabilkan harga pangan agar inflasi tidak melonjak. Termasuk, lanjut dia, menghilangkan beban-beban perpajakan dan tata niaga bahan pangan. "Kantong-kantong pengaman juga akan dibuka baik dari luar (impor) maupun dari dalam," ujarnya. Untuk itu pemerintah akan mendata komoditas yang penting dan bisa ditingkatkan produksinya.
Boediono melanjutkan, pemerintah akan memperdalam koordinasi dengan Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas fiskal dan moneter akibat serangan ketidakpastian yang melanda perekonomian dunia.
Dia optimistis Indonesia bisa menjaga stabilitas ekonomi mengingat momentum perekonomian domestik masih bekerja dengan baik.
Menurut Boediono, momentum ekonomi yang bekerja menjaga stabilitas itu diantaranya realisasi proyek infrastruktur yang akan mencapai puncak pada tahun ini.selain itu, kenaikan harga komoditas berpeluang menjadi berkah perekonomian nasional yang dapat mengubah struktur ekspor. "Ada komoditas yang bisa diproduksi Indonesia berharga bagus, seperti pertanian, pertambangan, dan energi," katanya.
Menurut dia, tingkat suku bunga yang diberlakukan bank Indonesia dan industri perbankan bisa memicu sektor riil karena peningkatan penyaluran kredit.
Eko Nopiansyah
Topik :




Komentar Anda :