Minyak Mentah Turun Jadi US$ 86,99
Kamis, 24 Januari 2008 | 08:16 WIB
TEMPO Interaktif, New York:Harga minyak mentah turun lebih dari US$ 2 per barel dari angka terendah saat penutupan perdagangan, Rabu kemarin. Salah satu sebabnya adalah, suplai minyak yang terus bertambah seiring dengan lonjakan permintaan yang mereda.
Adapun minyak jenis sweet crude light untuk pengantaran Maret yang diperdagangkan di New York Merchantile Exchange kemarin harganya turun US$ 2,22 menjadi US$ 86,99 per barel. "Sebelumnya, harga minyak tersebut ditutup pada level US$ 87 per barel," seperti dikutip dari AFP, Kamis (24/1).
Bursa saham dunia yang sempat ambruk beberapa waktu lalu akibat kekhawatiran resesi Amerika Serikat sempat turut memberi sentimen di pasar minyak dunia. Banyak investor di bidang energi mengkhawatirkan perlambatan dapat mengurangi permintaan produk minyak dan gas.
Sementara itu, cadangan minyak domestik disebutkan terus naik menjadi 1,8 juta barel per minggu lalu. Begitu juga suplai minyak dan gas yang bertambah. Departemen Energi rencananya akan mengumumkan laporan cadangan minyak selengkapnya pada hari Kamis ini.
Keputusan Bank Sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve, untuk mnurunkan suku bunga patokannya menjadi 3,5 persen telah sedikit menjaga penurunan harga minyak dunia. "Kami akan lihat bagaimana kebijakan moneter saat ini dapat menstimulus ekonomi secara keseluruhan," ujar analis minyak senior dari Mc Graw Hill Cos, Linda Rafield.RR Ariyani/AFP




Komentar Anda :