|
Wall Street Naik Tajam
Rabu, 30 Januari 2008 | 10:08 WIB
TEMPO Interaktif, New York:Bursa Wall Street dalam perdagangan Selasa (29/1) naik tajam seiring dilangsungkannya pertemuan dua hari bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve, yang diharapkan memotong tingkat suku bunga untuk menggairahkan lagi perekonomian negeri ini.
Keputusan suku bunga The Fed jelas menjadi fokus pasar minggu ini. Perdagangan pun telah ditandai oleh perkiraan investor akan keputusan pembuat kebijakan, dalam kondisi ekonomi yang lemah dan kegentingan industri keuangan.
Sementara menunggu pengumuman yang mungkin dikeluarkan Rabu sore, pasar akan memperoleh data mengenai pendapatan dan pengeluaran konsumen, dan pembelian barang-barang tahan lama.
Data-data ekonomi itu akan terus diteliti dengan cermat sembari investor mencoba untuk menentukan langkah yang akan diambil oleh The Fed. Investor berharap suku bunga dipangkas 0,5 poin lagi setelah minggu sebelumnya diturunkan menjadi 3,25 poin.
"Sepertinya kita telah mencapai short term bottom, dan pasar telah menstabilkan, sementara kita menunggu apa yang akan diputuskan The Fed," ujar Managing Director of Equity Trading Cowen&co, Todd Leone.
Dow Jones naik sekitar 96,41 atau 0,78 persen menjadi 12.480,40. Index blue chip ditutup mendekati level tertinggi pada Selasa.
Indeks The Standard & Poor's 500 index juga naik 8,34 atau 0,62 persen menjadi 1.362,30 dan Nasdaq naik 8,15 atau 0,35 persen menjadi 2.358,06.
Sedangkan di perdagangan Asia, Nikkei ditutup naik 2,99 persen, Shanghai naik 0,87 persen dan Hong Kong juga naik 0,99 persen. Di perdagangan Eropa, FTSE London naik 1,66 pesen dan CAC Paris naik 1,92 persen.
Kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia ditutup melemah 38,444 poin menjadi 2.582,049. Menurut analis pasar modal PT BNI Sekuritas M. Alfatih hal itu disebabkan pengaruh inflasi dalam negeri pada pasar regional dan domestik.
Ia mengatakan, sektor yang paling banyak turun pada perdagangan kemarin ialah perbankan karena terpengaruh kemungkinan naiknya inflasi.
Alfatih berpendapat bahwa pasar akan mencari arah dalam beberapa hari ke depan karena menunggu hasil pertemuan The Fed dan pengumuman pemerintah mengenai kenaikan inflasi. Dalam perdagangan hari ini, dia meprediksi IHSG akan bergerak di level 2.500-2.630.
AP|RIEKA RAHADIANA
INDEKS BERITA LAINNYA :
|