BI Cermati Cadangan Devisa Selain Dolar Amerika Serikat
Sabtu, 02 Februari 2008 | 09:53 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Bank Indonesia (BI) mencermati cadangan devisa dalam mata uang lain di luar dolar Amerika Serikat. Sebab, volatilitas dolar Amerika Serikat sangat tinggi sehingga BI perlu mata uang lain untuk mengelola cadangan devisa agar nilainya lebih stabil.
Deputi Gubernur BI Budi Mulya mengatakan BI dan bank sentral negara lain sudah lama mencermati pergerakan nilai tukar untuk pengelolaan cadangan devisa. Agar nilainya stabil, lanjut Budi, perlu pengalihan dari dolar Amerika Serikat ke mata uang lain non dolar.
"Ini bukan hal baru tapi sudah lama kita lakukan tapi saya lupa mulai tahun berapa," kata Budi di gedung BI Jakarta, Jumat (1/2).
Dia menjelaskan bahwa bank sentral telah menghitung proporsi penempatan cadangan devisa ke mata uang non dolar, seperti Euro, Yen, dan Poundsterling. "Tapi saya tidak paham proporsinya," ujar dia.
Penempatan cadangan devisa ke mata uang non dolar itu, lanjut Budi, bertujuan mengoptimalkan cadangan devisa agar lebih aman, liquid, dan menguntungkan. "Kita juga punya proporsi ke non mata uang seperti surat-surat berharga," katanya. Eko Nopiansyah
Topik :




Komentar Anda :