close

UGM dan Ciputra Mendidik Calon Pengusaha

Senin, 04 Februari 2008 | 02:05 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Sekolah Pasca Sarjana Universitas Gadjah Mada dan Ciputra Foundation lewat crash program Campus Entrepreneurs meluluskan 28 pengusaha muda baru, Jumat malam (1/2/08).

Program yang berlangsung di kampus Sekolah Pasca-Sarjana UGM, Yogyakarta, ini ditutup dengan kompetisi rencana usaha dengan dewan juri Profesor Dr. Irwan Adullah, Direktur Sekolah Pasca-Sarjana UGM, dan Profesor Dr. Bambang Purwono. Pemenang kompetisi ini memperoleh pinjaman modal dari Bank Rakyat Indonesia. “Usaha baru itu akan dilaukan di Yogyakarta dan sekitarnya,” ujar Direktur Ciputra Foundation, Antonius Tanan.

Program ini berlangsung sejak November tahun lalu hingga akhir Januari lalu. Menurut Antonius, peserta digembleng tim gabungan Pasca-Sarjana UGM dan enam orang dari Ciputra Foundation. Untuk menjamin keberhasilan program ini antara lain menurunkan dua pelatih teori dan praktek usaha, dua pelatih kreatifitas usaha. Peserta dididik secara intensif selama tiga bulan, bahkan hingga pukul 12 malam membuka praktek usaha di pusat perbelanjaan di Kota Yogyakarta. “Keberhasilan program ini terletak pada penekanan belajar melalui pengalaman,” kata Antonius.

Campus Entrepreneurs adalah program yang digulirkan Ciputra Foundation, yayasan miliki pengusaha Ciputra, bekerja sama dengan perguruan tinggi di Indonesia. Menurut Antonius, Ciputra yakin kewirausahaan adalah jalan keluar untuk menyelesaikan masalah pengangguran, kemiskinan dan kemelaratan. “Ciputra ingin agar lewat pendidikan kewirausahaan, lulusan sekolah dasar, menengah, dan tinggi tak lagi menjadi lulusan pencari kerja, sebaliknya lulusan yang menciptakan lapangan kerja,” ujarnya.

Raihul Fadjri

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan