Target Ekspor Tidak Berubah
Selasa, 05 Februari 2008 | 19:14 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah memastikan tidak mengubah target pertumbuhan ekspor non minyak dan gas bumi pada kisaran 14,5 persen. Kendati baru-baru ini pemerintah menaikkan pungutan ekspor minyak sawit mentah (CPO) menjadi 25 persen jika harga internasional mencapai US$ 1.300 per ton. "Itu kan kalau harga CPO US$ 1.100 per ton (pungutan ekspor di atas 10 persen), tapi kalau di bawah itu tetap 10 persen," kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Selasa (5/2).
Menurut dia, hingga kini pihaknya belum ada rencana merevisi target ekspor. "Pada 2007 pertumbuhan ekspor 15,5 persen, di atas target 14,5 persen," ujarnya. Untuk mencapai target tersebut pemerintah akan melakukan penghapusan hambatan ekspor.
Deputi Menteri Koordinator Perekonomian Bidang Kelautan dan Pertanian Bayu Krishnamurthi menilai, ada kesalahpahaman informasi di pasar saat ini. Sebab, pemerintah tidak pernah menaikkan pungutan ekspor CPO. "Tidak ada pembatasan ekspor," katanya.
Dia menjelaskan, kebijakan itu hanya kebijakan fine tuning agar pungutan ekspor bisa menjangkau harga lebih tinggi. "Tapi kalau harga di bawah US$ 1.100 per ton pungutan ekspornya kan tidak berubah. Ini hanya merupakan konsekuensi logis dari pungutan progresif," katanya.
RR ARIYANI





