Pengusaha: Harga Minyak Goreng Turun Pekan Ini

Minggu, 10 Februari 2008 | 20:08 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Kalangan pengusaha memperkirakan harga minyak goreng kemasan bakal turun mulai Senin (11/2). Alasannya, efek penanggungan pajak penjualan minyak goreng kemasan akan terasa pada pekan ini. "Memang kebijakan sudah efektif pada 1 Februari lalu, tapi karena ada beberapa proses administratif, kelihatannya baru benar-benar terasa Senin," kata Ketua Umum Asosiasi Industri Minyak Makan Indonesia Adiwisoko Kasman pada Tempo, Minggu (10/2).

Hal ini menanggapi pernyataan pemerintah yang menilai secara teoritis seharusnya harga minyak goreng kemasan sudah turun 10 persen sejak awal Februari. Pemerintah memutuskan untuk menanggung pajak penjualan para pengusaha minyak goreng (Koran Tempo, 9 Februari).

Adiwisoko menjelaskan, saat ini harga minyak goreng kemasan keluaran pabrik dibanderol sebesar Rp 9.350 per kilogram. Penanggungan pajak itu, kata dia, akan menurunkan harga minimal 10 persen dari harga sebelumnya sekitar Rp 8.400.

Laporan Pemantauan Harga dan Distribusi Barang Kebutuhan Pokok yang dikeluarkan Departemen Perdagangan menyebutkan pada 6 Februari lalu, harga rata-rata nasional untuk minyak goreng sebesar Rp 8.294 per 620 mililiter. Angka ini sedikit naik dibandingkan akhir Januari sebesar Rp 8.215 atau lebih tinggi ketimbang sebelumnya Rp 6.122 per mililiter.

Sedangkan untuk minyak goreng curah, kata dia, masih sangat terpengaruh harga minyak sawit mentah (CPO) internasional. "Dengan kebijakan pungutan ekspor progresif 15 persen untuk harga CPO internasional di atas US$ 1.100 per ton itu, otomatis harga minyak goreng dalam negeri akan turun menjadi Rp 9.000-an per kilogram," tutur Adiwisoko.

Menurut dia, kalangan pengusaha tak mau rugi karena menahan barang akibat kenaikan pajak ekspor. "Dari sifatnya, kelihatannya harga minyak goreng curah hanya bisa stabil dan agak sulit untuk mengharapkannya turun," ujarnya.

RR ARIYANI

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :