close

Konversi BBM ke Gas Dinilai Lebih Efektif

Senin, 11 Februari 2008 | 07:44 WIB

TEMPO Interaktif font>, Jakarta:

Komite Indonesia untuk Pengawasan Energi (Kipper) menilai bahwa konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke gas lebih efektif daripada pembatasan BBM. "Pengalihan penggunaan BBM ke gas mempunyai dampak sosial lebih kecil daripada pembatasan BBM," kata Sekretaris Jenderal Kipper, Sofyano Zakaria hari ini.

Sofyano mengatakan pengalihan BBM dampak sosial politiknya tidak akan sebesar jika pemerintah tetap memaksakan pembatasan BBM. Kendaraan umum dan pribadi bisa didorong beralih menggunakan gas.

Dalam siaran persnya, Sofyano meminta kajian program pembatasan BBM harus bisa dipertanggungjawabkan. Tidak hanya melihat gagasan ini bisa menghemat subsidi BBM, tapi juga ongkos sosial politik yang bakal ditumbulkan. "Konsep pengurangan subsidi BBM dengan menggunakan kartu pintar (smart card) belum teruji secara akurat," katanya.

Pemerintah harus mengeluarkan kategori yang jelas mengenai jenis-jenis kendaraan yang bisa mengkonsumsi BBM subsidi. "Saya sepakat mobil mewah tidak boleh menggunakan BBM bersubsidi, " katanya. "Tapi harus ada justifikasi yang jelas."

Sebelumnya Pemerintah berencana melaksanakan pembatasan BBM subsidi untuk mengamankan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2008 setelah terjadinya kenaikan harga barang-barang pokok. Dengan pembatasan BBM subsidi yang rencananya dimulai April datau Mei 2008 diharapkan penghematan sebesar Rp 10 triliun.


Nieke Indrietta

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Topik :

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan