Gempur Minta Usut Tuntas Harta Obligor BLBI

Senin, 11 Februari 2008 | 14:08 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Sekitar 100 massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Penyelamatan Uang Rakyat (Gempur) melakukan aksi di depan kompleks Departemen Keuangan. Mereka menuntut pemerintah mengusut dan menyita harta obligor BLBI.

"Menteri Keuangan jangan hanya usut obligor kelas teri saja," kata Fatkhol Kholiq, kordinator lapangan aksi itu.
Menurutnya, yang dikejar pemerintah hanyalah 7 obligor kecil saja dengan jumlah utang sekitar Rp 2 triliun. Sementara para obligor besar seperti Anthony Salim (Rp 52 triliun), Sjamsul Nursalim (Rp 40 triliun) dan Usman Admajaja (Rp 23 triliun) belum tuntas diadili.

Walaupun mereka telah menyerahkan asetnya ke pemerintah melalui Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), namun nilai aset yang dibayarkan jauh dari kewajiban yang mereka harus bayarkan. Selain itu, obligor BLBI terbesar juga menyebabkan beban bunga rekap perbankan yang setiap tahunnya membebani APBN sebesar Rp 60 triliun.

Aksi yang dimulai sekitar pukul 11.00 WIB itu berlangsung sekitar 2 jam. dan berlangsung damai. Masa membawa poster yang menuntut Menteri Keuangan mengusut dan mengaudit harta kekayaan obligor BLBI serta mengembalikannya ke rakyat.

Gunanto E S

TOPIK






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: