DPR Minta Rekomendasi Penanganan Banjir Dievaluasi

Senin, 18 Februari 2008 | 00:55 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Komisi Infrastruktur DPR meminta pemerintah pusat dan daerah untuk mengevaluasi rekomendasi penanganan banjir DKI Jakarta yang disepakati enam tahun silam.

Evaluasi ini guna mengatasi banjir yang terjadi di jalan tol Sedyatmo. "Rekomendasi 2002 itu akan dievaluasi sehingga kami tahu apa yang dikerjakan dan siapa yang mengerjakan," tutur Ketua Komisi Infrastruktur DPR RI Ahmad Muqowwam usai memimpin rapat koordinasi
pemerintah-operarto-swasta di kantor pemasaran Pantai Indah Kapuk, Senin (18/2).

Rapat yang berlangsung 90 menit itu bertujuan mengeksplorasi permasalahan banjir yang menyebabkan terendamnya tol Sedyatmo, satu-satunya akses menuju bandar udara Soekarno-Hatta.

Dalam rapat, sebagian besar anggota dewan mempertanyakan progres pelaksanaan rekomendasi 2002 yang telah disepakati oleh instansi terkait. "Kalau semuanya berjalan maka tak akan terjadi banjir," kata Muqowwam.

Rapat yang dimulai sekitar tengah hari itu memberi kesempatan bagi manajemen Pantai Indah Kapuk, pemerintah daerah DKI Jakarta, dan PT Jasa Marga Tbk. untuk memaparkan kegiatan yang telah dilakukan
berkaitan dengan pemenuhan rekomendasi 2002.

Juru bicara PIK Kosasih Wirahadikusumah menuturkan pihaknya telah melebarkan kali Tanjungan hingga 35 meter dan menyiagakan pompa dari Dinas Pekerjaan Umum. "Normalisasi kali sedang dikerjakan tahun ini,"
ucapnya dalam paparan itu.

Sedangkan long storage (tampungan air di kanan-kiri tol Sedyatmo), lanjut dia, merupakan tanggung jawab
Jasa Marga. Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta Wisnu Subagyo mengatakan pihaknya telah membangun rumah pompa Tanjungan dengan kapasitas 3x400 meter kubik per detik, termasuk menyelesaikan normalisasi kali
Tanjungan bagian utara. "Arah selatan belum dikerjakan karena ada masalah pembebasan lahan," ujarnya.

Direktur Utama PT Jasa Marga Tbk. Frans Sunito menuturkan bahwa sistem drainase tol sangat bergantung dari sistem drainase wilayah. "Sekali limpas, jalan tol tak bisa mengeringkan air sekaligus," ucap dia.

Pasalnya, pompa yang dimiliki Jasa Marga tak didesain untuk mengeluarkan air limpasan, hanya untuk hujan yang jatuh di atas jalan. Pihaknya juga telah membangun long storage selebar 20 meter
untuk menampung air hujan yang jatuh di atas jalan tol.

Kendati demikian, anggota dewan dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) Abdullah Azwar Anas mengaku kaget dengan presentasi yang disajikan ketiga narasumber. "(Terkesan) tak ada masalah. PIK, pemda dan pusat menganggap sudah melakukan semua hal tapi masalah tetap ada," tuturnya dalam sesi tanya-jawab. "Jangan lempar masalah." RIEKA RAHADIANA






Komentar Anda

Kirim