Negara Bayar Rp 100 Miliar Tiap Hari untuk Kemacetan

Kamis, 21 Februari 2008 | 11:32 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta agar pemerintah daerah menerapkan aturan yang tegas sehingga jumlah mobil tidak terus bertambah. Sebab, ia memperkirakan lebih dari Rp 100 miliar setiap hari menguap akibat kemecetan.

"Habis dana negara terbakar akibat kemacetan," kata Kalla saat memberikan sambutan pada acara pemberian penghargaan Wahana Tata Nugraha atau tertib lalu lintas dan angkutan kota 2007 kepada 22 Kabupaten/Kota di Indonesia, Kamis (21/2).

Kemacetan, ia melanjutkan, tidak hanya disebabkan oleh disiplin pengguna jalan. Namun kondisi infrastruktur, jumlah kendaraan yang terus bertambah dan juga cuaca buruk turut mempengaruhi. "Dan jangan lupa, yang berat kemacetan selama ini adalah negara," kata Kalla.

Beberapa kabupaten/Kota yang mendapat penghargaan itu adalah Balikpapan, Pekanbaru, Jambi, Surakarta, Semarang, Padang dan Paya Kumbuh.

Menurut Kalla, penghargaan ini merupakan cerminan kota yang tata tertib lalu lintasnya cukup baik. Soal kemacetan, ujar Kalla, tidak bisa dikatakan kalau macet lalu lintas itu tidak tertib. "Karena faktor yang menyebabkan kemacetan itu banyak," katanya.
Anton Aprianto

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :