Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Wapres Minta Izin Angkutan Umum Dibatasi
Kamis, 21 Pebruari 2008 | 13:18 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Wakil Presiden Jusuf Kalla minta jumlah angkutan umum dibatasi. Caranya, Kalla meminta Dinas Perhubungan membatasi izin angkutan umum dan tidak mengobral izin angkutan umum.

"Kalau load factornya tidak 70 persen atau di atas itu, jangan ditambah," katanya saat melakukan Re-Launching penggunaan bahan bakar gas (BBG) di Halaman Kantor Wakil Presiden, Kamis (21/2).

Fenomena obral izin angkutan umum,kata Kalla, menyebabkan kesemrawutan tata lalu lintas di kota yang membuat kemacetan. Dampaknya, penggunaan bahan bakar minyak (BBM) terus naik. "Angutan umum dimana-mana berjejer seperti kereta tanpa penuh penumpang," kata Kalla.

Kalla pun dengan tegas, menyindir dinas perhubungan yang mengobral izin angkutan tanpa mempertimbangkan efektivitas dan efisien moda transportasi umum ini. "Bahkan, di bagasi pun, dinas perhubungan simpan izin angkutan itu, supaya siap dibagi-bagi," kata Kalla.

Akibat banyaknya angkutan umum, kata Kalla,menyebabkan persaingan mulai tidak sehat. Kenaikan tarif pun dilakukan tanpa mempertimbangkan kemampuan konsumen. "Padahal, bukan penumpangnya yang mulai jarang, tetapi angkutan umumnya yang kebanyakan," kata Kalla.

Sedangkan disisi anggaran, kata Kalla, sangat jelas kondisi ini menyebabkan pembengkakan anggaran subsidi akibat pemakaian bahan bakar minyak (BBM) yang tinggi. "Ini juga menyebabkan kemacetatan, sebaiknya angkutan umum itu menggunakan kendaraan yang berkapasitas besar," ujar Kalla.

Kalla juga meminta, agar dinas perhubungan juga tidak bekerjasama dengan dealer mobil untuk mengobral izin. Hal ini mencerminkan semua orang bisa mendapatkan izin angkutan. "Kadang, beli mobil sudah sama izin trayeknya," kata Kalla.

Di sisi lain, Kalla juga meminta agar angkutan umum yang ada di Indonesia khususnya DKI Jakarta beralih dari menggunakan bahan bakar minyak ke bahan bakar gas. Penghematannya perhari bisa mencapai 1,5 juta perbulan untuk taksi.

Anton Aprianto

Dari Arsip Majalah TEMPO
Bisnis Sepekan | 28 Maret 2005
Gajah Terbang Penakluk Amerika | 24 Januari 2005
Apa Salahnya Bumi Karsa Menang? | 24 Januari 2005
Bengkalai Pasca Krisis | 24 Januari 2005
Bukti, Bukan Hanya Berita | 24 Januari 2005
Waspada 'Taksi Biru'  | 29 Desember 1998
OneworldTM, Penyatuan Lima Maskapai Penerbangan Terkemuka di Dunia  | 27 Oktober 1998
Kredit Murah..., Kredit Murah!  | 27 Oktober 1998
Bukan Lantaran Tarif Murah | 13 Desember 2004
Macet? Pakai Heli  | 02 Maret 1999
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

BBM asal Jawa Barat Masuk ke Industri Jakarta
Kontrol Muatan Angkutan Libatkan Swasta
Batas Muatan Angkutan Akan Dikurangi
Pontianak Akan Bangun Busway
Bandara Banyuwangi Beroperasi Medio 2008
Biaya Rel Ganda Kutoarjo dan Fasilitas Penunjang Rp 904 Miliar
Transportasi 2008 Masih Rawan Kecelakan
Pemerintah Diminta Hapus Container Handling Charge
Wakil Presiden Pimpin Rapat Tentang Transportasi Jakarta
Jawa Timur Datangkan Pakar Transportasi Prancis
> selengkapnya...

Referensi

PP RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan

Website

Situs Transjakarta-Busway
Perum Pengangkutan Penumpang Djakarta (Perum PPD)
PT Kereta Api Indonesia

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk117906 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< February,2008>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data