Presiden Jamin APBN 2008 Takkan Jebol
Kamis, 21 Februari 2008 | 16:51 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjamin anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2008 tidak akan jebol digempur oleh risiko-risiko faktor eksternal. Pemerintah dan DPR akan menyesuaikan APBN 2008 ke tingkat paling aman.
"Konsekuensinya, jelas bahwa subsidi akan disesuaikan untuk merespons faktor eksternal yang muncul," kata Presiden seusai memimpin Rapat Kabinet Terbatas di Departemen Keuangan, Kamis (21/2).
Sangat tidak sehat, kata Presiden, jika subsidi di APBN mencapai angka Rp 250 triliun sedangkan pemerimaan negara masih dibawah Rp 900 triliun. "Upaya untuk menekan sunbsidi adalah mengurangi volume penggunaan BBM dalam negeri dan mempercepat konversi minyak tanah ke gas," kata dia.
APBN 2008, kata Presiden, dipastikan masih bisa menstimulasi pertumbuhan. Tugas pokok APBN dalam membiayai tugas-tugas umum pemerintah harus tetap berjalan." APBN juga harus bisa mengalokasikan dana yang cukup untuk mengurangi kemiskinan," kata dia.
Presiden meminta Departemen Keuangan melakukan optimasi dan efisiensi anggaran harus seelok mungkin dan tetap memiliki peran menstimulasi pertumuhan. "Meskipun APBN bukan satu-satunya komponen pertumbuhan ekonomi," kata dia.
Pemerintah, kata Dia, akan berupaya untuk menyelamatkan apbn. Presiden meminta Departemen Keuangan menghasilkan APBN-P yang tepat,dan kredibel." APBN-P disisi lain harus bisa melanjutkan pembangunan, disisi lain bisa mengatasi masalah yang dihadapi," kata dia.
Disisi penerimaan, Presiden meminta pajak tetap diamankan. Ekstensifikasi harus tetap dijalankan supaya penerimaan pajak bisa mengimbangi tekanan terhadap anggaran."di sisi lain, insentif fiskal yang diberikan juga harus bisa menstimulasi ekonomi," kata dia.
Di bidang bea cukai, kata Presiden, penekanan pemberian kemudahan harus menjadi prioritas supaya ekspor bisa diamankan dan peran dalam proses stabilisasi harga juga tetap bisa dijalankan. "Upaya penuruna rasio utang terhadap PDB sebesar 33 persen terus diupayakan," kata dia.
Anton A |Ninin D | Fanny Febiana
TOPIK
Komentar Anda
- serius loe.............
jangan so tau deh..........????????
Pengirim : akbar di choamk





