|
Presiden Khawatirkan Tingginya Subsidi BBM
Kamis, 21 Pebruari 2008 | 19:07 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah mengkhawatirkan subsidi bahan bakar minyak yang melambung. Presiden Susilo Bambang Yudhoyon memperkirakan jumlahnya bisa mencapai Rp 250 triliun. "Sementara anggaran kita kurang dari Rp 900 triliun," katanya seusai kunjungan kerja di Departemen Keuangan, di Jakarta.
Subsidi sebesar itu, menurut dia, sangat tidak sehat. Untuk itu, pemerintah berencana menekan subsidi bahan bakar minyak antara lain dengan mengurangi volume penggunaan bahan bakar minyak dalam negeri dan mempercepat konversi minyak tanah ke gas.
Harga bahan bakar minyak kembali melambung. Pada penutupan perdagangan Rabu lalu, harga harga minyak mentah dunia menyentuh level US$ 101,10 per barel sebelum kembali ke posisi US$ 99,26. Harga tersebut merupakan rekor tertinggi dalam sejarah perdagangan minyak dunia.
Meski harga minyak merangkak naik, Presiden menjamin bahwa anggaran belanja negara tahun ini tidak akan jebol digempur oleh risiko-risiko faktor eksternal. Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat akan menyesuaikan APBN 2008 ke tingkat yang paling aman. "Konsekuensinya jelas, bahwa subsidi akan disesuaikan untuk merespon faktor eksternal yang muncul," kata Yudhoyono.
Anton Aprianto I Ninin Damayanti I Fanny Febiana I Gunanto E.S
INDEKS BERITA LAINNYA :
|