Pelambatan Konsumsi Takkan Meningkatkan Kemiskinan

Jum'at, 22 Februari 2008 | 17:18 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) optimistis angka kemiskinan tidak akan meningkat kendati pertumbuhan konsumsi masyarakat Indonesia pada tahun ini diperkirakan akan melambat.

Direktur Perencanaan Makro Bappenas Bambang Prijambodo, di Jakarta, Jumat (22/2), mengatakan, perlambatan konsumsi ada kemungkinan akan terjadi karena pendapatan masyarakat berkurang. Daya beli masyarakat juga akan menurun. Tapi, Bappenas justru yakin kemiskinan bisa menurun karena, “Program pengamanan pangan terus digenjot.”

Pada 2008 ini, pemerintah menargetkan angka kemiskinan sebesar 14-15 persen.

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2008 sebesar 6,8 persen. Untuk mencapai target tersebut, tingkat konsumsi masyarakat harus tumbuh 5,9 persen.

Namun, beberapa waktu yang lalu pemerintah melakukan revisi target pertumbuhan ekonomi dari 6,8 persen menjadi 6,4 persen. Faktor utamanya adalah diperkirakan laju pertumbuhan konsumsi masyarakat tidak akan mencapai 5,9 persen, melainkan hanya mencapai 5,5-5,6 persen.

"Kemiskinan, akan meningkat bila terjadi perubahan dalam kondisi ekonomi yang mencakup semua. Nah, perlambatan konsumsi ini tidak akan mencakup semua, karena kita punya program pengamanan, seperti program raskin. Kan itu yang selalu kita kedepankan, menjaga konsumsi pangan di tingkat masyarakat miskin," ujarnya.


EKO MOPIANSYAH

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :