Defisit Batubara Akibat Lemahnya Manajemen Pengelolaan PLN
Jum'at, 22 Februari 2008 | 17:22 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kementerian Negara BUMN menganggap kejadian defisit dan kurangnya pasokan batubara akibat lemahnya manajemen pengelolaan di PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Atas situasi yang menyebabkan berkurangnya pasokan listrik Jawa-Bali ini, Kementerian berencana memberikan keputusan taktis terhadap PLN.
"Sekarang sudah tidak perlu evaluasi lagi, karena (PLN) sudah diperingatkan waktu Rapat Umum Pemegang Saham yang lalu," kata Deputi Kementerian Negara BUMN Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, Energi dan Telekomunikasi, Roes Aryawijaya, kepada Tempo, di gedung Garuda, Jumat (22/2).
Menurut Roes, seharusnya PLN sudah bisa memprediksi semua kendala yang mungkin terjadi. "Kondisi alam dan cuaca bisa dilihat berdasarkan pantauan Badan Meteorologi dan Geofisika," ujarnya.
Dengan kejadian ini, PLN harus segera memperbaiki urusan suplai dan angkutan batubara. Apalagi, sebelumnya PLN sempat mengalami hal serupa yang berujung pencopotan Direktur Pembangkitan, Ali Herman Ibrahim.
Masalah pasokan batubara sepenuhnya menjadi tanggung jawab PLN, karena pengamanan pasokan merupakan bentuk aksi korporasi. "Jadi yang penting (PLN) siap bertanggung jawab," kata dia.
Namun Roes belum bersedia menyebutkan bentuk keputusan taktis yang akan diberikan kepada PLN. "Semua keputusan berada di tangan Menteri (Sofyan Djalil)," ujarnya.
WAHYUDIN FAHMI




Komentar Anda :