Pemerintah Akan Naikkan Pinjaman Luar Negeri

Jum'at, 22 Februari 2008 | 19:47 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah akan menaikkan pinjaman program Rp 4,7 triliun untuk membiayai defisit Anggaran pendapatan dan Belanja Negara. Total pinjaman Indonesia nantinya akan menjadi Rp 23,8 triliun.


Deputi Bidang Pendanaan Pembangunan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan Bappenas optimistis target rasio utang luar negeri dalam rencana pemerintah jangka menengah (RJPM) akan berjalan sesuai target, yaitu 33 persen. Persentase itu lebih rendah dari rasio utang 2007 sebesar 35-36 persen.

"Tahun 2009 targetnya 31,8 persen, melihat perkembangannya kami optimis target dapat tercapai," kata Lukita di gedung Bappenas Jakarta, Jumat (22/2).

Seperti diketahui, Anggaran untuk pinjaman program besarnya Rp 19,1 triliun. Pinjaman itu diperoleh dari World Bank, ADB dan JBIC. Pinjaman program terdiri dari Development Program Loan (DPL), Infrastructure Development Program Loan (IDPL), LGFR dan Climate Change Program Loan.

Untuk DPL, yang menjadi pemimpin sindikasi adalah World Bank dan bertindak sebagai co-financing ADB dan JBIC. Sementara IDPL leadernya ADB dengan co-financing World Bank dan JBIC.

Eko Nopiansyah






Komentar Anda

Kirim