Industri Tekstil Paling Dirugikan Akibat Pemadaman Listrik
Jum'at, 22 Februari 2008 | 23:50 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Menteri Perindustrian Fahmi Idris menyatakan sektor industri yang paling merugi akibat pemadaman listrik bergilir di Pulau Jawa dan Bali adalah sektor industri tekstil.
Sektor industri ini, kata Fahmi, sudah mempunyai jadwal yang ketat untuk memenuhi pesanan suplai produk-produk kemasan akhir. "Mereka sudah ada yang kontrak pada berbagai pembeli yang harus selesai pada waktunya, dan ini terganggu," ujar Fahmi seusai membuka Saresehan Ikatan Alumni Universitas Andalas 2008 di Hotel Sahid Jumat Malam (22/2).
Sedianya Wakil Presiden Jusuf Kalla dijadwalkan membuka saresehan ini. Namun, secara mendadak Kalla membatalkan rencana kedatangannya pada acara ini.
Sektor industri tektil, kata Fahmi, tergolong yang paling banyak pesanannya dari luar negeri. Industri kimia seperti petrokimia juga yang tergolong sangat dirugikan. "Namun, saya belum menerima laporan berapa jumlah kerugiannya. Sifatnya baru keluhan," kata dia.
Pihaknya, kata Fahmi, sudah meyakinkan kalangan industri bahwa keadaan ini akan selesai minggu depan. PLN sudah menjamin memperbaiki manajemen logistik pembangkit listriknya.
"Kami juga meminta agar tata kelola dan infrastukturnya tahan terhadap segala kondisi, karena ini menganggu sekali," ujarnya. Anton Aprianto





