REI Usul Harga Rumah Papua-Bali Rp 75 Juta

Senin, 25 Februari 2008 | 18:44 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Asosiasi Real Estate Indonesia (REI) berencana mengusulkan kenaikan harga rumah sederhana sehat di Papua dan Bali menjadi Rp 75 juta per unit. Hal ini diakibatkan sebagai dampak kenaikan harga minyak mentah dunia.

"Harga material di Papua sudah tinggi, Bali karena tanahnya mahal," kata Ketua Umum DPP REI Teguh Satria di sela-sela rapat kerja Menteri Negara BUMN, Menteri Negara Perumahan Rakyat, Bank Tabungan Negara, Bank Indonesia, dan swasta dengan Komisi Infrastruktur di gedung dewan, Senin (25/2).

Menurut Teguh, kenaikan material dalam setahun terakhir sangat signifikan terutama pada semen dan besi. Semen dan besi merupakan material utama dalam komponen rumah. Dalam catatannya, kenaikan besi mencapai 30 persen dan semen di Papua bisa menembus Rp 300 ribu per sak.

Adapun rumah sehat sederhana di pulau Jawa, REI mengusulkan kenaikan harga menjadi Rp 60 juta. "REI akan kirim surat ke menteri untuk meninjau ulang perhitungan harga," kata dia.

Usul kenaikan harga rumah juga akan diajukan Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI). Asosiasi itu mengajukan kenaikan harga baru berkisar 10-15 persen dari harga jual Rp 49 juta.

Menteri Negara Perumahan Rakyat Yusuf Asy'ari mengaku belum mendapatkan laporan dari tim kecil yang bertugas untuk mengkaji usulan REI dan APERSI. "Saya targetkan selesai akhir kuartal satu," ucapnya usai rapat kerja.

RIEKA RAHADIANA

Komentar Anda (1) :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
  • Rugi

    kami harapkan harga rumah bisa turun. jangan terlalu memberatkan masyaraka 75 juta kalau bisa jadi 50 juta. di Papua masih banyak tanah

    -- Doni, Papua, 04/11/2008 18:55:57 wib

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :