Indonesia Akan Perkuat Posisi Sebagai Negara Rujukan Kelapa Sawit
Senin, 25 Februari 2008 | 19:38 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Indonesia akan memperkuat posisi sebagai negara rujukan (country of excelence) di industri kelapa sawit dunia dengan menggelar acara World Palm Oil Summit and Exhibition (WPOSE) pada 20-24 Mei 2008 mendatang di Jakarta.
"Pemerintah menyambut baik event ini, industri kelapa sawit harus dikembangkan, karena kita punya produksi minyak sawit yang besar," ujar Menteri Pertanian, Anton Apriyantono, dalam jumpa pers, Senin (25/2).
Saat ini luas perkebunan kelapa sawit Indonesia enam juta hektar dengan produksi crude palm oil pada 2007 mencapai 17,2 juta ton. Sementara pada 2008 ditargetkan produksinya mencapai 18 juta ton. "Kita arahkan pada industri hilir karena nilai tambahnya lebih besar," ujar Anton.
Sementara itu, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Akmaludin Hasibuan menyatakan pelaksanaan WPOSE bisa mempersiapkan Indonesia sebagai pemain utama dalam industri kelapa sawit. "Sebagai penghasil CPO terbesar, Indonesia punya potensi untuk itu," ujar Akmaludin.
Indonesia memiliki peluang mempresentasikan diri dalam acara yang mepertemukan stakeholders industri kelapa sawit seluruh dunia ini. "Pelaku usaha juga punya kesempatan mengembangkan jaringan bisnis untuk mengembangkan industri kelapa sawit," ujar Akmaludin.
GABRIEL WAHYU TITIYOGA





